Pages

Tampilkan postingan dengan label BULUTANGKIS ASIAN GAMES XVI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BULUTANGKIS ASIAN GAMES XVI. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2010

Asian Games XVI - Markis/Hendra Menangi Emas

Guangzhou - Kontingen Indonesia mendapatkan medali keempatnya di ajang Asian Games 2010. Adalah ganda putra bulutangkis, Markis Kido/Hendra Setiawan, yang menyumbangkannya.

Markis/Hendra yang merupakan unggulan kedua bermain menghadapi unggulan teratas, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, dari Malaysia di laga final yang berlangsung di Tianshe Gymnasium, Guangzhou, Sabtu (20/11/2010).

Di set pertama, Markis/Hendra menyerah 16-21 hanya dalam waktu 14 menit. Tujuh smes lawan, berbanding empat yang disarangkan Markis/Hendra, membuat harapn meraih emas terlihat berat.

Namun Markis/Hendra menghidupkan asa dengan merebut set kedua dengan skor 26-24. Berlangsung selama 24 menit, Markis/Hendra sukses memaksimalkan kesempatan mereka memegang servis buat mendulang poin.

Di set penentuan, Markis/Hendra melejit unggul 11-7, namun Koo/Tan bisa mendekat di posisi 14-16. Markis/Hendra unggul lagi 19-17 sebelum menutup pertandingan dengan 21-19.

Medali emas yang direbut Markis/Hendra adalah emas pertama yang disumbangkan bulutangkis dan emas keempat secara keseluruhan di mana tiga emas lain didulang oleh cabang perahu naga.

Di klasemen perolehan medali, posisi Indonesia naik ke peringkat 10 dengan koleksi 4 emas, 6 perak 10 perunggu.

Sumber : Arya Perdhana – detiksport
Foto : Getty/Mark Dadswell

Rabu, 17 November 2010

Asian Games XVI - Aduh! Meiliana/Greysia Juga Tersingkir

GUANGZHOU - Ganda putri Indonesia langsung tersapu bersih pada babak 16 besar nomor perseorangan cabang olahraga bulu tangkis Asian Games XVI 2010, Selasa (16/11/10). Setelah Shendy Puspa Irawati/Nitya Maheswari tersingkir, kini giliran pasangan yang diharapkan bisa melangkah lebih jauh, Meiliana Jauhari/Greysia Polii.

Melawan pasangan Taiwan Hsieh Pei Chen/Wang Pei Rong, Meiliana/Greysia menyerah dua game 19-21, 18-21. Dengan demikian, sektor putri Indonesia tinggal berharap kepada Adriyanti Firdasari, yang menjadi satu-satunya pemain yang berhasil maju ke babak kedua setelah menang 21-18, 16-21, 21-15 atas pemain Thailand, Salakjit Ponsana. Maria Febe Kusumastuti juga sudah tersingkir, karena kalah 16-21, 11-21 dari pemain Taiwan Pai Hsiao Ma.

Pada hari pertama untuk nomor perseorangan bulu tangkis ini, ada lima wakil Indonesia yang tampil. Selain empat di sektor putri (dua ganda serta dua tunggal), tampil juga ganda putra Mohammad Ahsan/Alvent Yulianto Chandra. Pasangan pelatnas/non-pelatnas ini dengan mudah meraih tiket ke babak 16 besar karena menang 21-5, 21-8 atas pasangan Maladewa Sharim Sharim/Zayan Zayan.

Indonesia sudah gagal meraih medali emas untuk nomor beregu putra dan putri. Pasukan Merah-putih hanya mampu melaju hingga semifinal, dan gagal melewati hadangan para lawannya. Tim putri disingkirkan Thailand, sedangkan putra ditaklukkan China, yang akhirnya mengawinkan emas putra-putri.

Kini, Indonesia tinggal berharap kepada nomor perseorangan, di mana sektor tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran, menjadi tumpuan untuk bisa mewujudkan ambisi minimal meraih satu medali emas. Nomor-nomor andalan ini baru akan bertanding besok, di mana tunggal putra Taufik Hidayat akan mengawali perjuangannya mempertahankan emas dengan melawan pemain Taiwan Hsieh Yu Hsing, kemudian ganda campuran Ahmad Tontowi/Liliyana Natsir menghadapi pasangan Malaysia Koo Kien Keat/Woon Khe Wei, dan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan bertemu ganda Jepang, Endo Hiroyuki/Hayakawa Kenichi.

Sumber : Kompas.com
Foto :


Maria Febe Langsung Tersingkir

JAKARTA - Maria Febe Kusumastuti harus menjadi penonton lebih awal setelah tersingkir di pertandingan pertama bulu tangkis Asian Games XVI, Selasa (16/11).

Pemain asal Jawa Tengah ini tampil buruk dan menyerah dua game menghadapi pemain asal Taiwan Pai Hsiao Ma. Febe menyerah 16-21 11-21 dalam pertandingan di Tianhe Gymnasium.
Sebelumnya, Adriyanti Firdasari melewati rintangan pertama dengan mengatasi perlawanan pemain muda usia Thailand, Salakjit Ponsana. Firda menang rubber game 21-18 16-21 21-15.
Di babak 16 besar, Rabu (17/11), Firda akan menghadapi tunggal puteri Malaysia, Wong Mew Choo.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/BEN STANSALL

Asian Games XVI - Firdasari Lewati Pemain Thailand

JAKARTA - Tunggal puteri Indonesia, Adriyanti Firdasari melewati rintangan pertama nomor perseorangan Asian Games XVI, Guangzhou, Selasa.
Dalam pertandingan di Tianhe Gymnasium, Firda harus berjuang keras mengatasi perlawanan pemain muda usia Thailand, Salakjit Ponsana. Firda menang rubber game 21-18 16-21 21-15.

Dalam pertandingan ini, Salakjit tampak memanfaatkan daya tahan dan tidak terpengaruh dengan  pola permainan Firda yang berubah-ubah. Setelah kalah 18-21, pemain Thiland tersebut melayani pukulan-pukualn Firda di depan net dan mampu menang 21-16. Untungnya, di game ketiga Firda kembali menekan dan bisa mengatasi variasi permainan lawannya dan menang 21-15.

Sebelumnya, ganda putera Indonesia, Muhammad Ahsan/Alvent Yulianto juga lolos ke babak 16 besar dengan menang mudah atas pasangan  Maladewa, Sharim S/Zayan Z 21-5 21-8.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/SAEED KHAN

Asian Games XVI - Kalahkan Thailand, Putri China Raih Emas


Medali perunggu beregu putri direbut oleh tim Indonesia dan Korea Selatan. Indonesia disingkirkan Thailand 1-3, sedangkan Korea Selatan kalah 0-3 dari China di semifinal.
Dengan hasil ini, China sukses mengantongi emas dari nomor beregu putri. Sementara untuk beregu putra masih menunggu hasil partai final antara China dan Korea Selatan yang dimulai pukul 19.00 waktu setempat.

Sumber : Kompas.com
Foto : Ilustrasi

Final Bulu Tangkis Asian Games XVI - Emas Lagi, China Sapu Gelar Nomor Beregu

JAKARTA - China menyapu bersih medali emas bulu tangkis beregu di arena Asian Games XVI 2010. Ini terjadi setelah mereka menjuarai nomor beregu putra pada final di Tianhe Gymnasium, Senin (15/11/10), dengan mengalahkan Korea Selatan 3-1.

Ganda kedua, Xu Chen/Guo Zhendong, yang memastikan China meraih emas beregu putra ini setelah menang dua game 23-21, 21-17 atas pasangan Korsel Yoo Yeon Seong/Ko Sunghyun. na

Sebelumnya, raksasa bulu tangkis dunia ini membuka keunggulan lewat Lin Dan, yang menang 19-21, 21-16, 21-18 atas Park Sung Hwan, lalu disamakan oleh Korsel lewat ganda Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, yang menang 21-17, 20-22, 24-22 atas Cai Yun/Fu Haifeng. Chen Jin membuat China unggul lagi berkat kemenangan 21-9, 21-15 atas Son Wanho, sehingga duel dilanjutkan dengan partai keempat.

Dengan demikian, China sudah memenuhi targetnya untuk menyabet emas di nomor beregu. Pasalnya, sebelum Lin Dan dan kawan-kawan menaklukkan Korsel, di sektor putri pun "Negeri Tirai Bambu" ini sudah lebih dulu memastikan diri menyabet medali emas, berkat kemenangan telak 3-0 atas Thailand.

Setelah nomor beregu ini, mulai besok cabang olahraga bulu tangkis mulai mempertandingkan nomor perseorangan. China kembali membidik semua gelar, mulai dari tunggal putra, ganda putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Jika China sukses meraup emas nomor beregu ini, Indonesia harus puas dengan medali perunggu. Di semifinal, pasukan putri kalah dari Thailand, sedangkan putra menyerah dari China. Kini, Indonesia tinggal berharap dari nomor perseorangan, untuk memenuhi target minimal satu emas dari olahraga tepok bulu ini.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/LIU JIN

Jumat, 12 November 2010

Asian Games XVI/2010 - Tim Bulutangkis Putri Indonesia Optimistis Bisa Kalahkan India


GUANGZHOU.-Tim bulu tangkis putri Indonesia optimistis bisa mengalahkan tim India pada pertandingan pertama beregu bulu tangkis Asian Games XVI, yang akan berlangsung Sabtu (13/11) pagi.
Demikian dikatakan manajer tim bulu tangkis Indonesia, Yacob Rusdianto di sela-sela latihan tim putra putri Indonesia di kompleks olah raga Tian He, Guangzhou, Jumat (12/11) siang.

Menurutnya, kondisi para pemain dalam kondisi bagus dan siap bertarung. Pada latihan kemarin mulai pukul 10.00 hingga 11.00, terlihat tunggal putri Adriyanti Firdasari, Maria Febe, Linda Wenifanetri, dan Pia Zebaidah. Demikian juga pemain ganda Lilyana Natsir, Shendy Puspa Irawati, Meliana Jauhari, Greysia Polii, Nitya Krishinda, dan Aprilia.

Di lapangan lain tampak Taufik Hidayat dan kawan-kawan juga sedang berlatih. Regu putra yang pada Asian Games XV 2006 lalu meraih medali perunggu, Sabtu (13/11) akan bermain pada malam hari menunggu pemenang antara tim India melawan Cina Taipei.
Sedangkan tim putri Indonesia jika menang melawan India akan menghadapi Cina Taipei di perempatfinal.

Sumber : Pikiran Rakyat Online
foto : firdasari.wordpress.com

Asian Games XVI - Taufik: Jangan Terlalu Harapkan Saya!



GUANGZHOU— Taufik Hidayat menyatakan, Indonesia jangan terlalu berharap besar kepadanya untuk menyumbangkan emas Asian Games XVI/2010 Guangzhou. Pebulu tangkis nomor satu Indonesia tersebut mengatakan bahwa hal itu terlalu berlebihan.

"Jangan kaitkan terus saya dengan Lin Dan dan jangan berharap terlalu besar medali emas dari saya," kata Taufik ketika melakukan latihan di Tianhe Sports Centre di Guangzhou, China, Jumat (12/11/2010).
Menurut Taufik, membebankan raihan medali emas di puncaknya merupakan tindakan keliru, meskipun di lain pihak ia juga ingin melakukan hattrick menjadi kampiun dan peraih medali emas pada Asian Games.

"Ini Asian Games keempat yang saya ikuti. Saya senang bila pemain muda Indonesia yang meraih medali emas kali ini," kata Taufik.

Pemain kelahiran Pangalengan, Kabupaten Bandung, 10 Agustus 1981, itu mengaku tidak menganggap pertemuan dengan Lin Dan sebagai hal luar biasa. Taufik, yang pekan lalu menjuarai Perancis Terbuka 2010, menyatakan, penampilannya di Asian Games XVI/2010 akan sama seperti atlet lainnya, yaitu melakukan yang terbaik dan bertanding seperti lainnya.

"Kenapa selalu dikaitkan dengan Lin Dan? Saya kira pertemuan dengannya biasa," katanya.

Ia menyebutkan, Lee Chon Wei dan Lin Dan merupakan pemain yang jauh lebih muda dibanding dia. Meski demikian, dia mengaku hal itu tidak bisa dijadikan ukuran. Namun, hal tersebut setidaknya bisa menjadi perhatian dari PBSI untuk pembinaan ke depan.

Terkait kesiapannya menjadi tunggal pertama nomor beregu, menurut Taufik, hal itu tidak ada masalah. Namun, ia menyatakan siap turun di partai mana pun.

"Menjadi tunggal pertama karena peringkat saya lebih tinggi saja. Yah, saya harus siap. Enggak masalah," katanya.

Pada latihan terakhirnya menjelang partai pertama cabang bulu tangkis Asian Games XVI/2010, Taufik melakukan latih tanding dengan Sony Dwi Kuncoro.

Sementara itu, Sony ketika ditemui menyatakan siap turun di nomor beregu. Terkait cedera yang dialaminya, Sony mengaku sudah sembuh dan siap tampil.

"Meski absen di Denmark dan Perancis Terbuka, saya tetap berlatih dan memulihkan kondisi. Mudah-mudahan saja saya bisa bermain maksimal," kata Sony.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP

Asian Games XVI - Malaysia dan Korea Jadi Ancaman China


GUANGZHOU - China berpeluang besar menyapu bersih gelar juara bulu tangkis di Asian Games XVI. Selain berpredikat raksasa, status tuan rumah membuat mereka semakin difavoritkan untuk melakukannya.

Mesipun demikian, masih ada pemain-pemain top dari negara lain yang siap merusak ambisi "Negeri Tirai Bambu" tersebut. Pemain nomor satu putra dari Malaysia, Lee Chong Wei, menebar kemungkinan akan menghentikan permainan bintang China, Lin Dan.

Lin Dan dianggap sebagai pemain bulu tangkis terbaik sepanjang masa, akan turun memimpin timnya dalam laga bulu tangkis yang akan dimulai Sabtu (13/11/10).

"Kepala saya pusing setiap kali ditanya tentang prospek saya di Asian Games," kata juara Olimpiade berusia 27 tahun itu.

"Begitu banyak saingan kuat yang akan turun. Sebenarnya, pemain terbaik dunia berasal dari negara Asia. Jadi rasanya tidak ada bedanya dengan permainan di Olimpiade," katanya.

Bulu tangkis di Asian Games menandingkan nomor perorangan dan tim, menyuguhkan tujuh medali emas. Ini membuat persaingan terasa lebih kompetitif, kata pelatih kepala tim China, Li Yongbo.

"Itulah makanya Asian Games merupakan arena paling unik," kata Li. "Kalau mereka bermain habis-habisan untuk tim, maka mereka akan keteter di nomor perorangan."

China memperagakan penampilan mengesankan di Kejuaraan Dunia Agustus lalu. Mereka kelihatan lebih dari mampu, ketika menyabet semua lima gelar di Paris, untuk kedua kalinya dalam sejarah cabang olahraga itu.

Namun Li, yang membangun timnya dengan banyaknya pemain cedera, menyatakan tidak hanya Malaysia yang dapat menghancurkan harapan mereka. Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong dari Malaysia merupakan salah satu pemain ganda terbaik dunia dan juara bertahan Asian Games, sedangkan Korea Selatan juga merupakan ancaman di partai ganda.

Indonesia dan Hongkong juga harus diperhitungkan sebagai ancaman dalam beberapa tahun ini, kendati keduanya kini tidak lagi sekuat seperti sebelumnya.

"Korea kelihatannya menjadi tantangan besar bagi China," kata Raphael Sachetat, kepala editor laman Badzine (www.badzine.net).

"Mereka melakukan persiapan amat bagus, amat keras dan memadukan partai ganda pada menit akhir, sehingga bisa amat berisiko bagi China," katanya.

Namun, ini tidak hanya menyangkut Asia Timur dan Asia Tenggara, yang secara tradisional merupakan pusat kekuatan cabang ini. Pemain dari India, Saina Nehwal, juga sedang menikmati masa bersinarnya tahun ini, terutama pada paruh kedua tahun 2010, dan kini ia berada pada urutan tiga terbesar dunia.

Pemain berusia 20 tahun dari Hyderabad, pemain putri pertama India memenangi turnamen Super Series, datang ke Guangzhou setelah meraih medali emas di pesta olahraga negara Persemakmuran di negaranya sendiri baru-baru ini.

Sumber : KOmpas.com
Foto : AFP/MIGUEL MEDINA

Asian Games XVI - Lawan India, Firda Jadi Tunggal Pertama


GUANGZHOU - Andriyanti Firdasari dipastikan menjadi tunggal pertama pada pertandingan melawan tim putri India pada partai perdana Asian Games XVI/2010 Guangzhou, China, Sabtu (13/11/10).

"Firdasari akan menjadi tunggal pertama, diharapkan ia memotivasi pemain lainnya yang turun di partai berikutnya," kata Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia, Yacob Rusdianto, di sela-sela latihan tim Indonesia di Tianhe Sports Center Guangzhou, China, Jumat (12/11/10).

Pertandingan putri antara tim Indonesia melawan India akan berlangsung Sabtu (13/11) waktu setempat sebagai partai pembuka.

Di belakang Firdasari ada Maria Febe Kusumsatuti dan Linda Wenifanetri, yang akan menjadi tunggal kedua dan ketiga pada partai perdana itu. Sementara itu untuk nomor ganda, tim "Merah Putih" akan menurunkan pasangan Greysia Polli/ Meliani Jauhari sebagai ganda pertama dan Liliana Natsir/Nitya Krishinda Maheswari sebagai ganda kedua.

Pemilihan formasi partai beregu tim Indonesia itu, kata Yacob, berdasarkan hasil latihan terakhir yang berlangsung Jumat siang.

Terkait kans melawan India, kata Yacob, timnya cukup optimistis. Meski demikian ia menyebutkan beberapa pemain putri India yang harus diwaspadai.

"Motivasi pemain cukup bagus. Di lain pihak Tianhe Stadium bukan tempat baru bagi pemain. Namun demikian India tetap harus diwaspadai, termasuk salah satunya pemain kidal," katanya.

Bila mampu mengatasi India, putri Indonesia akan berhadapan dengan Taiwan yang mendapat "bye" pada babak pertama.

Sementara itu, susunan tim putra Indonesia akan ditetapkan Jumat malam. Taufik Hidayat dkk mendapat "bye" pada babak pertama dan akan berhadapan dengan pemenang antara putra India melawan Taiwan.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/SAEED KHAN

Asian Games XVI - Lin Dan Tak Ambisius di Nomor Perorangan


GUANGZHOU - Superstar bulu tangkis asal China, Lin Dan, menegaskan bahwa fokusnya dalam Asian Games adalah pada event beregu. Dia tak terlalu ambisius memenangi gelar pribadi untuk meraih medali emas nomor perorangan.

"Kompetisi beregu adalah prioritas saya," kata pemain berusia 27 tahun ini, yang dianggap sebagai pemain bulu tangkis terbaik sepanjang masa dan salah satu nama terbesar pada Asian Games di Guangzhou.
Lin Dan, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan tiga kali juara dunia, gagal meraih gelar juara Asian Games empat tahun lalu di Doha. Meskipun demikian, dia menyatakan tidak berkonsentrasi pada kejayaannya sendiri.

"Tentu saja setiap pemain ingin maju dari baik menjadi lebih baik lagi tetapi seharusnya tidak terobsesi oleh itu," katanya kepada kantor berita Xinhua.

"Sebagian besar pemain top dunia ada di Asian games, sehingga dalam satu pertandingan di sini, satu kesalahan kecil saja bisa membuat Anda kehilangan kemenangan."

Bulu tangkis Asian Games mempertandinkan nomor beregu dan perorangan. China, yang merupakan raksasa bulu tangkis dunia, ditengarai akan menyapu bersih gelar tersebut.

"Itulah mengapa Asian Games adalah tempat mengalahkan," kata pelatih kepala tim China, Li Yongbo.

"Jika para pemain bermain habis-habisan pada kompetisi beregu, mereka kehilangan performa untuk pertandingan perorangan."

Asian Games akan dibuka pada Jumat (12/11/10), dengan kompetisi bulu tangkis dimulai pada Sabtu (13/11/10).

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/SAEED KHAN

Senin, 25 Oktober 2010

Jelang Asian Games - Hendra: Denmark Terbuka Jadi Persiapan


JAKARTA - Pemain spesialis ganda, Hendra Setiawan, yang akan kembali tampil bersama pasangannya Markis Kido di Denmark Terbuka Super Series, menjadikan turnamen tersebut sebagai persiapan ke Asian Games.

"Saya anggap main di sini sebagai latihan untuk ke Asian Games," ujar Hendra yang sudah berada di Denmark, saat dihubungi Antara dari Jakarta, Senin (25/10/10).

Hendra kembali berduet dengan Kido setelah lama absen. Terakhir kali pasangan peringkat tiga dunia itu tampil di Kejuaraan Dunia Agustus lalu, saat mereka tersingkir di semifinal.

Semula mereka dijadwalkan tampil di Jepang Super Series pada akhir September. Sayang, rencana itu batal karena Hendra sakit. Setelah itu  Kido tampil bersama Sigit Budiarto pada Indonesia Terbuka Grand Prix Gold di Samarinda dua pekan lalu, karena Hendra mengikuti liga Jepang bersama salah satu klub setempat.

Saat ditanya apakah ia harus kembali melakukan penyesuaian dengan Kido setelah lama absen, Hendra mengatakan: "Nggak, kan sudah belasan tahun menjadi partner."

Kido/Hendra, unggulan kedua di turnamen Denmark yang akan dimulai Selasa (26/10/10) dengan babak kualifikasi, akan mengawali turnamen berhadiah 200.000 dollar AS itu dengan melawan pasangan Jepang Shoji Sato/Naoki Kawamae.

Jika berhasil mengatasi lawan-lawan mereka, pada perempat final kemungkinan bertemu unggulan keenam Jonas Rasmussen yang berduet dengan Mads Conrad Petersen.

Pasangan juara Olimpiade Beijing tersebut juga berpeluang bertemu sesama ganda Indonesia, unggulan ketiga Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan pada semifinal. Selain Kido/Hendra, Alvent juga akan memperkuat tim Asian Games Indonesia.

Namun harapan Hendra untuk memanfaatkan turnamen sebagai ajang mencoba pemain-pemain Asia agaknya kurang maksimal karena pemain-pemain terbaik Asia tidak ambil bagian.

Tidak ada ganda putra China maupun Korea Selatan termasuk juara dunia Fu Haifeng/Cai Yun dan peringkat empat dunia Jung Jae Sung/Lee Yng Dae dalam bagan pertandingan babak utama Denmark Super Series.

Sumber : ANT - Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo   
Foto : AFP/MIGUEL MEDINA


Jelang Asian Games - Kido Siap "Berdarah" demi Indonesia


JAKARTA— Pemain spesialis ganda, Markis Kido, berjanji akan berusaha bermain sebaik mungkin pada Asian Games kendati menghadapi berbagai kendala dalam persiapannya. Kido bersama pasangannya, Hendra Setiawan, yang saat ini menempati peringkat tiga dunia, menjadi salah satu harapan penyumbang medali bagi kontingen Indonesia pada Asian Games di Guangzhou, China, 13-21 November.

"Kalau dilihat dari hasil-hasil belakangan ini, agak berat bagi kami di Asian Games," kata Kido di Jakarta, Jumat (22/10/2010).

"Tetapi saya mau bermain maksimal, berusaha bermain sebaik mungkin," tambahnya.

Dari tujuh turnamen yang mereka ikuti tahun ini, Kido/Hendra hanya sekali meraih gelar juara di Malaysia GP Gold. Pada empat partai lainnya, mereka terhenti di semifinal, termasuk dua kejuaraan terakhir di Macau Terbuka dan Kejuaraan Dunia pada Agustus lalu.

Sejak itu pula, pasangan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut belum berduet lagi setelah batal tampil di Jepang Super Series bulan lalu. Pasalnya, Hendra sakit, dan absen di Indonesia GP Gold Samarinda karena Hendra berhalangan.

Mereka akan kembali bertanding di Denmark Super Series yang akan berlangsung pada 26-31 Oktober.

Kido mengakui, lama tidak tampil bersama Hendra, hal itu sedikit banyak akan berpengaruh pada penampilan mereka.

"Pengaruh pasti ada, tetapi mau bagaimana lagi. Kami di luar (pelatnas) ini sudah punya tanggung jawab sendiri-sendiri," kata penyumbang medali perunggu Asian Games 2006 itu.

Menurut hasil pengundian pertandingan, Kido/Hendra yang menjadi unggulan kedua berada di paruh bawah dan mendapat bye pada putaran pertama. Pada putaran kedua, mereka bertemu pemenang antara pasangan Malaysia Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong dan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dari Jepang.

Lawan berat kemungkinan dihadapi di perempat final tempat unggulan delapan asal Taiwan, Chen Hung Ling/Lin Yu Lang, berada. Adapun pada jalur mereka di semifinal, pasangan juara Olimpiade itu berpeluang berjumpa saingan berat mereka, unggulan ketiga Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dari Korea Selatan atau juara dunia Fu Haifeng/Cai Yun dari China.

Fu/Cai adalah pasangan yang dikalahkan Kido/Hendra pada Olimpiade Beijing 2008, tetapi mengalahkan mereka di Kejuaraan Dunia 2010. Adapun Jung/Lee memenangi empat dari enam pertemuan mereka dengan Kido/Hendra.

"Dua-duanya berat. Mereka levelnya sama, kalau bertemu pun mereka selalu kalah-menang (bergantian)," kata Kido mengomentari dua pasangan tersebut.


|Sumber : ANT- Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo   
Foto : AFP/MIGUEL MEDINA

Selasa, 19 Oktober 2010

Lee Chong Wei Terancam Absen di Asian Games

Kuala Lumpur - Pebulutangkis rangking satu dunia Lee Chong Wei mungkin harus absen di Asian Games 2010 yang akan dihelat bulan depan. Pemain asal Malaysia itu kini tengah dibebat cedera.

Asian Games 2010 bakal mulai 12 November sampai 27 November mendatang di Guangzhou, China. Dengan waktu gelaran yang sudah dekat, Chong Wei malah mengalami masalah pada pergelangan kakinya.

Juara All England 2010 tersebut kini dipaparkan bakal menjalani pemindaian MRI untuk menentukan seberapa parah cederanya itu.

"Ia mengeluhkan rasa nyeri.. pada hari Sabtu. Saya sudah melihatnya pada hari Minggu dan kini kami sedang menyelidiki cedera itu," terang Direktur National Sports Institute atau Institut Sukan Negara (ISN) Malaysia Ramlan Aziz kepada Star seperti dilansir Reuters.

"Menurut Chong Wei, ia merasakan sakit dalam partai final Commonwealth Games," lanjut Aziz.

Dengan kondisi tersebut, keikutsertaan Chong Wei di Asian Games pun jadi terancam meski ISN belum mau memberikan kepastian apa-apa sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

"Kami tidak akan bisa membuat kesimpulan apa-apa terkait persiapannya untuk Asian Games, tidak sebelum kami menelaah seluruh laporan mengenai perawatan yang ia dapatkan dalam beberapa hari ke depan," papar Aziz.

Sumber ; Detiksport
Foto : Getty Images

Jumat, 01 Oktober 2010

Jelang Asian Games XVI Liliyana Bertekad Sumbang Medali

JAKARTA - Pemain spesialis ganda campuran Tontowi Ahmad mengaku siap memikul tanggung jawab untuk tampil sebaik-baiknya pada Asian Games di Guangzhou, China, 13-21 November 2010.

"Namanya juga diberi tanggung jawab, saya siapa saja," ujar Tontowi di Pelatnas Cipayung, Kamis (30/9/10), saat dimintai komentar atas penunjukkan dirinya menggantikan Nova Widianto untuk berpasangan dengan Liliyana Natsir.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan peringkat satu dunia Nova Widianto/Liliyana Natsir semula disiapkan sebagai salah satu andalan penyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games. Tetapi pada Selasa (28/9/10), pelatih ganda campuran Richard Mainaky memutuskan mengganti Nova dengan Tontowi, yang lebih muda, dengan harapan dapat mengimbangi pasangan-pasangan China yang akan menjadi saingan utama di Guangzhou.

Meski memikul tanggung jawab berat, Tontowi yang dalam dua penampilannya dengan Liliyana di Macau dan Taiwan Grand Prix Gold berhasil meraih satu gelar dan mencapai final, mengaku tidak terbebani.

"Karena tidak ditargetkan apa-apa ya tidak ada beban," kata Tontowi, yang akan berpasangan dengan Liliyana pada Indonesia Terbuka Grand Prix Gold di Samarinda, 12-17 Oktober.

"Target di Samarinda, juara," kata pemain yang antara lain pernah berpasangan dengan Shendy Puspa Irawati, Richi Puspita Dili, dan Greysia Polii sebelum akhirnya berduet dengan Liliyana.

Setelah bermain dalam dua turnamen, Tontowi/Liliyana saat ini menempati peringkat 76 dunia.

Punya ketahanan fisik

Sementara itu Richard yang ditemui terpisah mengatakan, keputusan memilih Tontowi adalah setidaknya pemain berusia 23 tahun itu mempunyai ketahanan fisik yang lebih baik dalam menghadapi pemain China.

"Tontowi mungkin belum sekuat pemain China, tetapi dia punya ketahanan menghadapi mereka," kata Richard, yang menyebutkan bahwa pemain China memilih bermain mengadu kekuatan dibanding adu teknik saat mengadapi Nova/Liliyana.

Menurutnya, pemain China menyadari bahwa Nova mempunyai teknik bermain yang sangat baik. Tetapi kekuatan fisiknya sudah menurut karena faktor usia. Tahun ini, dua kali juara dunia itu genap berusia 33 tahun.

Pendapat yang sama disampaikan Liliyana, pasangan Nova selama lebih dari lima tahun terakhir, bahwa power Nova sudah menurun dan tidak bisa dipaksa lagi.

"Tetapi secara teknik dia tidak tertandingi, maka dari itu pemain China memaksa bermain adu fisik," katanya.

Soal pasangan barunya Tontowi, Liliyana berharap bisa lebih terbuka dalam berkomunikasi. "Dia harus berani berkomunikasi dengan saya saat bertanding, berani menegur," katanya.

Meski tidak lagi bermain dengan Nova, yang menghasilkan dua gelar juara dunia dan medali perak Olimpiade di antara sejumlah mahkota yang mereka peroleh, Liliyana tetap bertekad menyumbang medali bagi Indonesia.

"Saya ingin menyumbang medali. Ini pertamakalinya kami memberi kejutan bagi China," katanya mengenai duetnya bersama Tontowi yang belum pernah bertemu pemain China.

Sumber : Kompas.com
Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo  
Foto : AFP/MIGUEL MEDINA


Rabu, 29 September 2010

Asian Games XVI - Nova-Liliyana "Bercerai", Tontowi Masuk

JAKARTA - Posisi Nova Widianto dalam tim bulu tangkis Indonesia untuk Asian Games di Guangzhou, China, November mendatang digantikan Tontowi Ahmad. Pelatih ganda campuran Richard Mainaky yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (28/9/10), membenarkan "perceraian" tersebut, yang diputuskan Selasa siang.

"Itu keputusan saya, mengganti Nova (yang November mendatang akan berusia 33 tahun) dengan Tontowi (23)," katanya.

"Saya lihat perkembangannya sampai terakhir, China sudah mulai mencoba pasangan-pasangan baru dengan menurunkan pemain-pemain muda," kata Richard mengenai negara bulu tangkis terkuat di dunia itu.

Menurutnya, pasangan Nova dan Liliyana Natsir (25) yang saat ini masih menempati peringkat satu dunia selalu kewalahan jika menghadapi pasangan-pasangan muda China tersebut. Karena itu, dia memutuskan untuk memasangkan Liliyana dengan pemain muda, Tontowi.

"Pemain-pemain China itu tidak mau bermain teknik jika melawan Nova/Liliyana tetapi memilih mengadu kekuatan, mereka yakin lebih kuat ... Karenanya saya harus berani mengadu dengan pemain saya yang tidak kalah kualitasnya," tambah Richard.

Pada dua turnamen terakhir, China Masters dan Jepang Terbuka Super Series, China membongkar pasang ganda campuran yang sudah ada sebelumnya untuk membentuk pasangan baru seperti He Hanbin/Ma Jin, Xu Chen/Yu Yang dan Tao Jiaming/Tian Qing.

Sebelumnya He Hanbin berpasangan dengan Yu Yang, Xu Chen pemain ganda putra, Tao Jiaming berduet dengan Zhang Yawen, sedangkan Ma Jin sebelumnya berpasangan dengan Zheng Bo yang terakhir meraih gelar juara dunia bulan lalu.

Pada China Masters, Nova yang berpasangan dengan Liliyana kalah oleh Xu Chen/Yu Yang pada semifinal. Saat itu, Nova mengakui bahwa pasangan tersebut lebih kuat dibanding pasangan sebelumnya (He Hanbin/Yu Yang), terutama pemain putranya.

Sedangkan Tao Jiaming/Tian Qing berhasil meraih gelar di China Masters dan mencapai final di Jepang, kalah oleh rekan senegara mereka Zhang Nan/Zhao Yunlei yang juga pasangan muda.

Richard mengakui, perubahan tersebut bukan tanpa risiko. Memasang Nova/Liliyana dipastikan akan menjadi unggulan namun dengan pemain-pemain China yang tidak diunggulkan, mereka tetap berpeluang bertemu di babak awal.

Begitu pula jika menurunkan Tontowi/Liliyana, peringkat 76 dunia setelah berhasil juara di Macau dan mencapai final di Taiwan GP Gold, tidak bisa diprediksi posisinya dalam undian karena bukan unggulan dan berpeluang bertemu pemain China di awal.

"Jadi berani ngadu (kekuatan) sajalah," katanya optimistis.

Dalam dua turnamen yang pernah mereka ikuti, Tontowi/Liliyana tidak pernah bertemu pemain China, sementara hasil yang diraih Nova/Liliyana adalah dua kali menjadi runner-up dan duakali mencapai semifinal dalam enam turnamen yang mereka ikuti tahun ini.

Ditanya soal target medali, Richard menyadari bahwa tidak mungkin membebani Tontowi/Liliyana sama dengan target medali emas yang dibebankan kepada Nova/Liliyana.

"Tontowi/Liliyana tidak bisa harus medali emas, tetapi peluang bagi mereka untuk membuat gebrakan tetap ada, apalagi mereka tampil tanpa beban," katanya.

Selain tuan rumah China, saingan berat Indonesia pada cabang bulu tangkis antara lain adalah Korea Selatan dan Malaysia.

Sumber : Kompas.com
Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo  
Foto : AFP/GLYN KIRK