Pages

Tampilkan postingan dengan label BULUTANGKIS VIETNAM GRAND PRIX 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BULUTANGKIS VIETNAM GRAND PRIX 2010. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Vietnam Grand Prix 2010 Kalahkan Malaysia, Ahsan/Bona Juara

JAKARTA - Ganda putera Mohammad Ahsan/Bona Septano memberikan gelar juara bagi Indonesia di turnamen bulu tangkis Vietnam Grand Prix 2010 di Phan Dinh Phung.
Di final, Minggu (10/10), Ahsan/Bona yang merupakan ganda pelatnas Cipayung mengalahkan ganda putera Malaysia, Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Ong Soon Hock dalam pertandingan rubber game 21-18 13-21 21-17 dalam 50 menit.

Di babak semifinal, Ahsan/Bona yang diunggulkan  keempat menang dua game  21-16, 21-19 atas unggulan utama dari Malaysia Choong Tan Fook/Lee Wan Wah, Sabtu (9/10/10).
Sementara ganda Malaysia, Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Ong Soon Hock yang diunggulkan di tempat keenam  menang 21-16, 21-15 atas unggulan ketiga dari Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Wong Wai Hong.

Dalam turnamen Vietnam Grand Prix 2010, China merebut tiga gelar juara di nomor ganda puteri, tunggal putera dan ganda campuran. Sementara Thailand merebut satu gelar juara di nomor tunggal puteri saat Ratchanok Inthanon mengalahkan pemain China, Zhou Hui 21-17 22-20.

Sumber : Kompas.com
Foto : Kompas.com

Minggu, 10 Oktober 2010

Vietnam Grand Prix 2010 - Hanya Ahsan/Bona ke Final

HO CHI MINH - Indonesia hanya meloloskan satu wakil ke final Vietnam Grand Prix 2010. Ganda putra Pelatnas Cipayung, Mohammad Ahsan/Bona Septano, menjadi satu-satunya harapan pasukan "Merah Putih" untuk membawa pulang gelar ke Tanah Air.

Ahsan/Bona, yang merupakan unggulan keempat, maju ke partai puncak setelah menang straight set 21-16, 21-19 atas unggulan utama dari Malaysia Choong Tan Fook/Lee Wan Wah, Sabtu (9/10/10) di Phan Dinh Phung, Vietnam. Besok, mereka kembali akan bertemu lagi dengan pasangan Malaysia, yaitu unggulan kenam Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Ong Soon Hock, yang menang 21-16, 21-15 atas unggulan ketiga dari Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Wong Wai Hong.

Sebenarnya, Indonesia menempatkan dua wakil di semifinal. Sayang, ganda putri Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari yang menjadi unggulan ketujuh, gagal melewati hadangan pasangan China Ma Jin/Zhong Qianxin. Shendy/Nitya menyerah 14-21, 18-21 dari unggulan kelima tersebut.

Dalam turnamen ini, China kembali menunjukkan kelasnya sebagai raksasa bulu tangkis dunia. Meskipun hanya menurunkan pemain-pemain "tak ternama", China meloloskan lima wakilnya ke final--kecuali di sektor ganda putra. Bahkan di nomor ganda putri, "Negeri Tirai Bambu" ini sudah pasti menyabet gelar karena terjadi duel sesama pemainnya, yaitu Ma Jin/Zhong Qianxin, yang ditantang Tang Jinhua/Xia Huan.

Sedangkan di nomor tunggal putra, Chen Yuekun bertemu pemain Hongkong Wei Nan, di sektor tunggal putri Zhou Hui melawan pemain Thailand Ratchanok Inthanon yang menyingkirkan Maria Kristin Yulianti di perempat final, dan ganda campuran, unggulan kelima He Hanbin/Ma Jin, menantang unggulan kedua dari Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Tse Ying Suet.

Sumber : Kompas.com
Foto :  Kompas.com


Selasa, 21 September 2010

Grand Prix Vietnam - Andre dan Fransiska ke Vietnam

SEMARANG - Dua pebulu tangkis Djarum Kudus, Andre Kurniawan Tedjono (tunggal putra) dan Fransiska Ratnasari (tunggal putri), dipastikan tampil pada turnamen bulu tangkis Grand Prix Vietnam, awal Oktober 2010.

"Kami hanya menerjunkan kedua pebulu tangkis tersebut karena yang lainnya mengikuti berbagai event yang kebetulan waktunya hampir bersamaan dengan Vietnam," kata Ketua PB Djarum Kudus, Yopi Rosimin ketika dihubungi dari Semarang, Senin (20/9/10).

Ia mengatakan, mereka langsung tampil pada babak utama karena peringkat dunianya memenuhi syarat untuk langsung ke babak utama tanpa harus melalui babak kualifikasi.

Andre, kata dia, saat ini menempati peringkat ke-26 dunia, sedangkan Fransiska berada di peringkat ke-36.

Ketika ditanya harapan terhadap kedua pebulu tangkis tersebut, dia mengatakan, tentu saja juara di kedua nomor tersebut. "Saya belum melihat pesaing beratnya karena undiannya baru dilaksanakan 28 September 2010, tetapi saya berharap mereka bisa menjadi juara di Vietnam," katanya.

Franasiska, kata dia, memang pernah menjadi juara tunggal putri di Vietnam tetapi sifatnya masih Vietnam Challange. "Tingkatanya masih lebih tinggi Grand Prix dibandingkan Challange," katanya menegaskan.

Menyinggung dua pebulu tangkis putri Djarum Kudus, Anna Rovita dan Febby Angguni, dia mengatakan, keduanya tidak tampil pada Grand Prix Vietnam tetapi tampil pada event yang lain.

"Kami belum tahu event yang akan diikuti Anna Rovita dan Febby karena masih mencari event bulu tangkis internasional yang tepat buat mereka," jelasnya seraya menambahkan, pemain Djarum Kudus tidak tampil di Jepang Super Series, 21-26 September 2010.

Pebulu tangkis tunggal putra Djarum Kudus, Dionysius Hayom Rumbaka memang turun pada Jepang Super Series bersama Taufik Hidayat tetapi yang bersangkutan sudah atas nama pelatnas PB PBSI.

Hayom, yang pada China Masters pekan lalu tersisih di putaran kedua, akan memulai langkahnya di Jepang dengan menghadapi pemain China unggulan keenam Bao Chunlai, sedangkan unggulan keempat Taufik bertemu pemain tuan rumah Sho Sasaki.
Sumber : Kompas.com
Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo   
Foto : WARTA KOTA