Pages

Tampilkan postingan dengan label BULUTANGKIS MALAYSIA OPEN SUPER SERIES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BULUTANGKIS MALAYSIA OPEN SUPER SERIES. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

Taufik Gagal Rebut Gelar Awal Tahun

Pebulu tangkis Indonesia gagal mempersembahkan gelar dalam Malaysia Open Super Series 2011, setelah Taufik Hidayat menyerah kalah dari pemain Malaysia Lee Chong Wei 8-21, 17-21.
    
Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion Putra Bukit Jalil, Minggu, Taufik pada game pertama sulit mengembangkan permainan karena terus mendapatkan tekanan dari Chong Wei sehingga banyak pukulannya yang keluar dan menyangkut di net. Akhirnya kalah dengan angka cukup telak, 8-21.
    
Pada game kedua, Taufik mencoba bangkit dengan terus menyerang, namun Chong wei melayani permainan lawannya itu. Bahkan, sejumlah pukulan smash yang tajam dan mematikan, semakin memberatkan Taufik untuk meraih angka.
    
Pada game kedua tersebut juga masih dikuasai oleh pemain Malaysia tersebut, sehingga Taufik akhirnya menyerah dengan angka 17-21.
    
Seusai pertandingan Taufik mengakui lawannya bermain bagus dan Chong Wei mendapat dukungan penuh dari penonton. "Dia bermain bagus, sedangkan saya sulit mengembangkan permainan. Ya, itulah hasilnya, dia menang? Ungkap Taufik.
    
Namun demikian, lanjut dia, dirinya akan berusaha mengalahkan Chong Wei bila bertemu di turnamen lainnya.
Sedangkan Chong Wei merasa kemenangannya untuk Malaysia, karena hanya dia satu-satunya pemain yang tersisa mewakili negaranya. "Saya berusaha melakukan yang terbaik dan kemenangan ini adalah untuk negara," ungkapnya.
    
Sementara itu, kekalahan Taufik ini membuat tidak ada satupun pemain Indonesia yang ikut dalam turnamen tersebut meraih juara. Sedangkan empat partai lainnya, yaitu tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran diborong oleh pemain-pemain China.

Sumber : kompas.com

"Bunuh" Simon, Taufik Hidayat ke Final

Taufik Hidayat mencapai final Malaysia Terbuka Super Series 2011. Dalam pertandingan semifinal turnamen berhadiah 400.000 dollar AS di Stadium Putra Bukit Jalil, Malaysia, Sabtu (22/1/2011), ini, Taufik menang straight set 21-15, 21-19 atas Simon Santoso.
Unggulan kedua ini memerlukan waktu 49 menit untuk memenangi "perang saudara" tersebut. Di final, Minggu (23/1/2011), Taufik bertemu pemenang duel antara unggulan utama Malaysia, Lee Chong Wei, dan unggulan ketiga China, Chen Long.
Hasil ini menunjukkan, Taufik tetap menjadi tunggal putra terbaik Indonesia. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi (29 tahun) untuk bersaing di level tertinggi, mantan pemain pelatnas Cipayung tersebut membuktikan diri bahwa belum ada pemain Tanah Air yang lebih baik darinya.

Sepanjang laga tersebut, Taufik mendominasi sehingga dia selalu berada di posisi terdepan dalam pengumpulan poin. Di game pertama, juara dunia 2005 tersebut langsung membukanya dengan keunggulan 2-0 lalu menjauh hingga 7-1. Jarak yang lebar itu membuat Taufik bermain sangat nyaman dan memimpin hingga 20-11 sebelum mengakhirinya dengan 21-15.
Di game kedua pun Taufik tak pernah terkejar oleh Simon. "Adik"-nya itu berhasil menyamakan skor jadi 4-4, tetapi setelah itu Taufik melaju kencang untuk memimpin 8-4 sebelum menyudahi laga ini dengan 21-19.
Dengan demikian, Taufik menambah statistik kemenangannya atas Simon. Kini peraih medali emas Olimpiade Athena dan Asian Games Doha tersebut unggul 5-3 dengan dua pertemuan terakhir selalu menjadi miliknya.

Pada partai semifinal Indonesia menempatkan tiga wakil. Selain Taufik dan Simon yang harus saling "membunuh", ada juga ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano. Pasangan pelatnas Cipayung tersebut, yang ditempatkan sebagai unggulan keenam, akan bertemu unggulan kelima China, Chai Biao/Guo Zhendong.

Sumber : Kompas.com
foto : AFP/SAEED KHAN

Jumat, 21 Januari 2011

Malaysia Terbuka Super Series Taufik Pastikan "All Indonesian Semifinal"

Taufik Hidayat memastikan terjadi all Indonesian semifinal di arena Malaysia Terbuka Super Series 2011 seusai mengalahkan pemain Jepang, Kenichi Tago, dengan dua set langsung 21-15, 21-15 di Stadium Putra Bukit Jalil, Malaysia, Jumat (21/1/2011). Dengan demikian, Taufik akan bertemu Simon Santoso yang lebih dulu meraih tiket semifinal setelah mengalahkan Alamsyah Yunus.
Pertemuan dua pemain Indonesia ini tentu saja tidak diharapkan karena salah satunya pasti tersingkir. Namun, duel ini pun memastikan bahwa satu tempat di final tunggal putra turnamen berhadiah 400.000 dollar AS tersebut menjadi milik pemain Tanah Air.
Dua pemain Indonesia ini memiliki peluang yang sama besar maju ke partai final. Statistik menunjukkan, rekor pertemuan mereka tidak terpaut jauh meskipun Taufik masih unggul.
Dari total tujuh pertemuan, Taufik, yang ditempatkan sebagai unggulan kedua, memimpin 4-3. Dalam laga terakhir di Djarum Indonesia Terbuka Super Series 2010, Taufik menang 21-14, 13-21, 21-13.
Taufik tampil sangat taktis melawan Tago, yang pernah membuat kejutan ketika menembus final All England 2010. Meskipun lawan berusaha bermain agresif, Taufik tetap tenang meladeni permainan Tago, yang mengidolakan dirinya tersebut.

Tak heran, pada awal pertandingan terjadi kejar-mengejar poin meskipun Taufik lebih sering berada di depan. Namun, selepas skor imbang 13-13, Taufik tak terbendung hingga akhirnya memenangi game pertama dengan 21-15.
Di game kedua, daya gempur Tago mulai menurun. Ini membuat Taufik semakin mudah mendikte jalannya pertandingan sehingga mantan juara dunia 2005 ini tak pernah tersentuh hingga meraih kemenangan 21-15.
Dengan hasil ini, Taufik memperpanjang rekor kemenangannya atas Tago menjadi 4-0. Tiga pertemuan sebelumnya terjadi pada Piala Thomas 2010 (dua kali) dan Denmark Terbuka Super Series 2010.

Sumber : Kompas.com

Simon Tunggu Taufik di Semifinal

Simon Santoso melangkah ke semifinal Malaysia Terbuka Super Series. Pada pertandingan di Stadium Putra Bukit Jalil, Malaysia, Jumat (21/1/11), pemain Pelatnas Cipayung ini berhasil mengatasi perlawanan gigih rekan senegaranya, Alamsyah Yunus, yang ditekuk dua set langsung 21-19, 21-19, dalam tempo 53 menit.
Ini menunjukkan sebuah kemajuan yang cukup bagus bagi Simon, yang performanya menjelang akhir tahun lalu menurun drastis akibat cedera--bahkan karena absen di sejumlah turnamen, peringkatnya kini melorot ke posisi 27. Di semifinal, Sabtu (22/1/11), Simon akan bertemu pemenang duel antara unggulan kedua Taufik Hidayat dan pemain Jepang Kenichi Tago.

Kesuksesan ini membuat Simon menambah panjang daftar kemenangannya atas Alamsyah. Kini, Simon unggul 2-0 atas pemain non-Pelatnas tersebut, dengan kemenangan sebelumnya diraih pada Kejuaraan Asia 2008.
Di turnamen berhadiah 400.000 dollar AS ini, Indonesia memiliki lima wakil yang turun di sektor tunggal putra. Sayang, dua pemain langsung terjungkal di babak pertama, yaitu Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka.
Jika Taufik menang atas Tago, maka terjadi all-Indonesian semifinal karena mantan juara dunia 2005 tersebut akan bertemu Simon. Meskipun harus kehilangan satu wakil, tetapi dengan kenyataan tersebut Indonesia sudah pasti menempatkan wakil di final.

Pada pertandingan lain, Lin Dan memberikan tiket semifinal secara gratis kepada rekan senegaranya, Chen Long (unggulan 3). Unggulan kelima tersebut tak turun ke lapangan, sehingga Chen Long melenggang tanpa keringat untuk menunggu pemenang Lee Chong Wei vs Nguyen Tien Minh.
Dari sektor tunggal putri, Indonesia tak memiliki wakil lagi setelah Lindaweni Fanetri tersingkir. Satu-satunya tunggal putri Indonesia yang maju ke perempat final tersebut harus mengakui kehebatan pemain China, Wang Yihan (unggulan 3), yang menaklukkannya dengan 21-9, 21-19.

Sumber : Kompas.com

Bona/Ahsan Akan Bermain di Depan Net

Belum pernah bertemu, Bona Septano/Mouhammad Ahsan akan bermain di depan net saat menghadapi ganda Korea di babak perempat final Malaysia Open Super Series, Jumat (21/1/2011).

Ganda putra pelatnas, Bona Septano/Mohammad Ahsan, melangkah ke perempat final turnamen pertama Malaysia Open Super Series 2011 setelah mengalahkan sesama ganda Cipayung, Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan, 21-16, 21-19, Kamis.
  
Dengan hasil tersebut, unggulan keenam itu akan bertemu pasangan Korea, Cho Gun Woo/Kwon Yi Goo. "Kami belum pernah bertemu, tetapi kata pelatih (Hery IP), mereka tipe permainannya banyak drive panjang, jadi saya harus berani main di depan net. Kalau depannya sudah kepegang, saya yakin pasti bisa," kata Bona, yang optimistis bisa menang atas ganda Korea itu.
  
Ganda putra Indonesia lainnya yang lolos ke delapan besar adalah Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan yang menang atas Ingo Kindervater/Johannes Schoettler dari Jerman, 21-9, 21-11.
  
Mereka akan melawan pasangan Denmark, Mads Conrads-Petersen/Jonas Rasmussen, yang menyingkirkan juara dunia 2005, Tony Gunawan/Howard Bach, 21-17, 16-21, 21-11.
  
Adapun Taufik Hidayat melanjutkan penampilannya yang mengesankan di Malaysia setelah terganggu cedera kaki di Taiwan pada awal bulan, dengan kemenangan atas Shon Wan Ho dari Korea, 21-13, 21-11.
  
Selanjutnya pemain peringkat dua dunia itu akan melawan Kenichi Tago dari Jepang yang berjuang bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan pebulu tangkis Belanda, Dicky Palyama, 14-21, 21-6, 21-15. 
"Tidak penting siapa lawan saya besok. Yang paling penting adalah penampilan saya, dan apakah saya bisa mengendalikan dengan baik ketika saya bermain melawan angin," kata Tago mengenai pertandingan selanjutnya di perempat final melawan Taufik seperti dikutip laman badzine.net.
  
Sementara itu, dua ganda lainnya harus pulang saat pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah gagal mengatasi pasangan China unggulan ketujuh, He Hanbin/Ma Jin, 21-23, 14-21. Dan, pasangan Komala Dewi/Suci Rizky Andini kalah oleh ganda putri unggulan keenam asal China, Wang Xiaoli/Yu Yang, 10-21, 4-21.

Sumber : Kompas.com

Taufik: Saya Heran Kenapa Hayom Kalah

Pebulu tangkis senior, Taufik Hidayat, tak menemui kesulitan berarti untuk maju ke perempat final Malaysia Terbuka Super Series. Dalam pertandingan babak kedua turnamen berhadiah 400.000 dollar AS ini, Kamis (20/1/2011), Taufik menang 21-13, 21-11 atas pemain Korea Selatan, Wan Ho-shon.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadium Putra Bukit Jalil, Malaysia, itu, Taufik menunjukkan kesiapan yang matang. Dengan bermain taktis, unggulan kedua ini banyak meraih poin lewat penempatan bola yang sulit dijangkau lawan.

Menurut Taufik, Wan Ho-shon, yang sehari sebelumnya mengalahkan pemain muda Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka, masih perlu perbaikan agar pukulannya lebih bertenaga. Dia pun mengaku heran mengapa Hayom gagal melewati hadangan pemain ini.
"Pukulan pemain ini kurang bertenaga. Saya juga heran kenapa Hayom bisa kalah dari dia," kata Taufik.
Ketika ditanya soal calon lawannya nanti di babak perempat final, dia tidak mempermasalahkannya. Menurut Taufik, saat ini dia hanya ingin melakukan yang terbaik sehingga bisa menjadi juara.

"Target saya adalah bermain sebaik-baiknya dalam setiap pertandingan yang saya lakukan. Soal menang kalah itu biasa," ungkapnya.
Dalam perempat final nanti, Taufik akan berjumpa dengan tunggal putra Jepang, Kenichi Tago, yang pada pertandingan sebelumnya mengalahkan pemain Belanda, Dicky Palyama.

Sumber : Kompas.com