Pages

Tampilkan postingan dengan label LEGENDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEGENDA. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Februari 2011

Lius Ingin Lupakan Masa Lalu

Mantan Kabid Binpres  PBSI, Lius Pongoh resmi bergabung sebagai staf ahli PB Djarum sejak awal Februari.
Lius yang mengundurkan diri Pelatnas Cipayung pada Desember lalu akan membantu perkembangan para pemain mdua yang tengah dibina PB Djarum. "Lius akan menjadi staf ahli di PB Djarum. Ia akan ikut dalam setiap acara pengembangan pemain, termasuk mendampingi saat pertandingan," kata ketua PB Djarum, Joppy Rasimin, Senin (7/2) saat mengikuti acara Outbound buat pemain PB Djarum di Cikole, Lembang.

Lius menyatakan dirinya tak pernah menyangka akan bergabung dengan PB Djarum. Apalagi semasa aktif, ia memperkuat PB Tangkas Jakarta. "Saya kan melepaskan jabatan saya di PP PBSI setengah terpaksa oleh keadaan. Saya tidak pernah merencanakan apa yang akan saya  lakukan setelah keluar dari Cipayung."
Ia mengaku bahkan sempat berniat melanjutkan karirnya sebagai agen asuransi, seperti yang pernah dilakukannya pada 1990-an, sabelum ia kembali aktif ke dunia bulu tangkis. "saya pernah menjadi semacam agen asuransi setelah tidak lagi menjadi pemain, jadi apa saahnya bila saya mencoba lagi."
Namun untuk menjadi agen asuransi pun ia harus melewati pelatihan sebelum memperoleh sertifikat. Untungnya beberapa saat sebelum mengikuti pelatihan, ia bertemu teman lamanya, Hadibowo yang juga mantan pemain. "Saya diminta mengajukan lamaran untuk bekerja ke Djarum."
Lius pun sempat bertemu dengan  CEO PT Djarum, Victor Hartono yang menanyakan posisi yang diiinginkan oleh Lius. "Saya katakan, saya lebih baik memberikan apa yang saya miliki selama ini di dunia olah raga. Jadi saya bergabung dengan PB Djarum."

Ayah dari empat orang putera ini bersyukur dapat bergabung dengan PB Djarum. "Saya  selalu mendambakan dapat bekerja di lingkungan yang semua orang bekerja sesuai dengan  keahlian masing-masing dan tidak mencampuri urusan bidang lain."
Hal seperti itulah yang menurut Lius tidak didapatnya di PB PBSI. "Semua usulan saya tidak pernah dijalankan, bahkan oleh orang yang tidak mengerti bidang tersebut. Tapi semua itu sudah masa lalu yang ingin saya lupakan."

Sumber : Kompas.com
foto : KOMPAS/ JOHNNY TG

Kamis, 06 Januari 2011

Legenda Bulutangkis Indonesia Tanding Amal

SOLO--MICOM: Legenda bulutangkis Indonesia, Tan Joe Hok bersama para juara dunia berkumpul di GOR Manahan Solo, Minggu sore (20/12) untuk melakukan pertandingan amal untuk korban bencana alam Merapi.

Selain bertanding, juga dilakukan lelang raket milik sejumlah kampiun badminton, seperti Liem Swie King, Taufik Hidayat, pasangan Alan Budi Kusuma/Susi Susanti dan Candra Wijaya/Sigit Budiarto.

"Kegiatan Bulutangkis Peduli Merapi ini digelar oleh Komunitas Bulutangkis Indonesia bekerjasama dengan Djarum Foundation. Semua hasil saweran dari pertandingan dan juga lelang raket para juara dunia itu, semua akan disumbangkan untuk korban Merapi melalui PMI Jawa Tengah dan DI Yogjakarta," ungkap Wakil Ketua KBI, Hadiwibowo.

Legenda Ganda Indonesia, Christian Hadinata menyatakan kegembiraanya bisa ikut dalam kegiatan kemanusian untuk meringankan beban para korban bencana Merapi di empat kabupaten wilayah Jateng dan DI Yogjakarta.

"Ini merupakan bentuk kepedulian KBI yang kedua, setelah pada Gempa Yogjakarta, Jawa Tengah, pada 2006 silam. Saya sangat senang bisa terlibat di dalamnya," tukas Christian yang pada masa jayanya puluhan tahun silam bermain dengan Tjuntjun.

Begitu halnya Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti, dua juara dunia yang menjadi suami isteri ini mengaku bersemangat untuk ikut dalam pundi amal untuk kepentingan para korban Merapi.

"Selain bersama KBI, kami secara pribadi juga telah menyalurkan sumbangan kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah bencana erupsi Merapi. Kami ingin meringankan penderitaan mereka," tutur Alan dengan wajah berbinar.

Sebelum pertandingan amal dibuka, veteran dan sekaligus legenda bulutangkis Indonesia tahun 1957 Tan Joe Hok langsung mengeluarkan uang Rp500 ribu sebagai pembuka saweran. "Saya membantu dengan uang Rp 500 ribu," ujar Tan Joe Hok ketika bersama para juara tampil di podium sebelum
partai ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir melawan Moh Rijal/Debby Susanto.

Sumber : Mediaindonesia.com
Penulis : Widjayadi

Selasa, 14 Desember 2010

Navratilova Tinggalkan Rumah Sakit

Nairobi - Mantan petenis Martina Navratilova sempat dirawat di rumah sakit akibat gangguan paru-paru saat mendaki Gunung Kilimanjaro. Kini ia sudah diizinkan untuk pulang.

Navratilova memimpin 27 pendaki untuk mengumpulkan dana bagi yayasan Laureus Sport for Good Foundation, yang juga diikuti atlet sepeda paralimpik Jerman Michael Teuber dan bintang bulutangkis Inggris Gail Emms.

Navratilova kemudian menderita sakit di hari keempat pendakian gunung setinggi 5.895 meter dari permukaan laut itu. Selanjutnya wanita 54 tahun itu mendapatkan perawatan di rumah sakit di Nairobi selama tiga hari. Petenis berdarah Cekoslowakia itu divonis menderita high altitude pulmonary oedema.

Gejala awal dari penyakit itu adalah merasa kesulitan berjalan, sesak napas, dan terbatuk-batuk. Penderita juga merasakan kelelahan yang sangat ekstrem dan merasa kondisi tubuhnya lemah.

"Ada cairan dalam paru-parunya yang terkait dengan ketinggian. Kondisi ini sangat berbahaya pada seseorang yang berada di ketinggian, namun sekali dia turun maka proses penyembuhannya cepat," demikian keterangan dokter spesialis penyakit dalam dan jantung David Silverstein seperti dikutip dari situs pribadi Navratilova.

Diberitakan AFP Senin (13/12/2010) dinihari WIB, Navratilova sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit. "Saya merasa lebih baik dan sangat gembira sudah diizinkan pulang. Saya berterimakasih kepada seluruh staf rumah sakit Nairobi yang sangat luar biasa dan sangat peduli kepada saya. Perawatan yang diberikan selama tiga hari saya di sini sangat sempurna," kata pemegang 18 gelar Grand Slam itu.

Bagaimana dengan tim pendaki sendiri? Dari 27 orang, 18 di antaranya berhasil mencapai puncak Kilimanjaro.

"Sungguh luar biasa mengetahui bahwa tim telah kembali dengan selamat. Saya juga gembira mendapat kabar bahwa banyak dari mereka bisa mencapai puncak meski kondisi cuaca tak mendukung," tuntas Navratilova.

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Foto : Getty Images