Pages

Tampilkan postingan dengan label BULUTANGKIS INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BULUTANGKIS INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

"Smesh", Persembahan Kudus untuk Bangsa


KUDUS. Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi yang diukir oleh para pebulutangkis Indonesia, Djarum Foundation melalui program Djarum Apresiasi Budaya meresmikan Sculpture "Super Smash" di depan GOR Bulutangkis Djarum di Desa Jati, Kudus, Jawa tengah pada Kamis (3/3) malam.

"Super Smash" merupakan sebuah monumen karya Rudi Mantovani yang terdiri dari patung seorang atlet yang sedang melakukan smash. Figur atlet tersebut berdiri di atas konstruksi bola dunia. Tinggi monumen mencapai 8 meter dari permukaan tanah dan ditempatkan di atas kolam sedalam 60 cm dengan dasar batu andesit. Terbuat berbahan perunggu tersebut dikerjakan oleh Rudi bersama timnya yang berjumlah sepuluh orang selama enam bulan.

Menurut Victor Rahmat Hartono selaku Presiden Direktur Djarum Foundation di depan wartawan di Kudus, Sculpture Super Smash merupakan cerminan kebanggan, semangat dan cita-cita. Kebanggaan terhadap prestasi, semangat untuk terus berproses dan cita-cita besar demi kemajuan Indonesia. "Dengan adanya monumen ini,selain menjadi perwujudan kebanggan terhadap prestasi dibidang bulutangkis juga diharapkan akan mampu memberikan inspirasi kepada generasi selanjutnya untuk terus menerus berjuang dan bekerja keras dalam meraih prestasi dan berusaha turut mengharumkan nama bangsa Indonesia."

Menurut Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari, meski secara visual sculpture bertema "Super Smash", namun secara tersirat visi yang ingin disampaikan jauh lebih besar dan luas. Sebab dari pusat pelatihan bulutangkis yang diselenggarakan oleh perusahaan rokok yang berpusat di Kudus itu, telah lahir bunga-bunga bangsa yang turut mengharumkan nama republik ini ke seluruh dunia.

Acara yang dipandu oleh seniman Butet Kertarajasa itu dihadiri oleh beberapa pebulutangkis senior gemblengan PB Djarum yang pernah menjuarai beberapa event bulutangkis tingkat dunia. Sebutlah, Alan Budikusuma, Haryanto Arbi, Sigit Budiarto, Maria Kristin.

Victor mengungkap, setelah peresmian "Super Smash", pihak Djarum juga akan membuat empat monumen lainnya yang akan menghiasi beberapa titik di kota Kudus. Monumen-monumen tersebut tentu saja mengandung spirit membangun dan diharapkan akan menjadi inspirasi bagi warga Kudus khususnya, dan para pendatang yang mengunjungi "Kota Kretek" itu.

Foto : Jodhi Yudono/kompas.com
Sumber : , KOMPAS.com--

Jumat, 25 Februari 2011

PBSI Tidak Tahu Soal Pelatih Malaysia

Pengurus Besar PBSI tidak mengetahui rencana bergabungnya pelatih asal Malaysia, Wong Tat Meng, untuk menangani pemain-pemain putri Pelatnas seperti diberitakan media di Negeri Jiran tersebut.     
Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto yang ditemui ANTARA di sela-sela menyaksikan Superliga Badminton Indonesia di Surabaya, Kamis malam, mengatakan sampai sekarang pihaknya tidak punya rencana mendatangkan tambahan pelatih asing untuk Pelatnas. "Terus terang, saya sendiri sampai sekarang juga tidak tahu kalau ada rencana pelatih Malaysia akan bergabung di pelatnas. Padahal, tidak ada sama sekali rencana mencari pelatih asing baru," katanya.     

Yacob menduga ada kemungkinan kedatangan pelatih asal Malaysia itu atas undangan Li Mao, pelatih asal China yang sebelumnya sudah dikontrak PB PBSI dan pernah menangani timnas Malaysia serta Korea Selatan. "Bisa jadi seperti itu. Tapi, ini baru dugaan karena saya sendiri juga belum berkomunikasi dengan Li Mao," ujarnya.
Menurut Yacob, setelah bergabungnya Li Mao, PBSI kini lebih berkonsentrasi menyiapkan pemain-pemain Pelatnas untuk menghadapi berbagai turnamen internasional, termasuk SEA Games 2011 dan Olimpiade 2012.  
Rencana kepindahan pelatih Malaysia Wong Tat Meng ke Indonesia santer diberitakan media massa setempat. Menurut laporan media Malaysia, pelatih putri itu akan meninggalkan negaranya pada akhir Maret 2011.  "Tat Meng melihat ’rumput tetangga lebih hijau’ jadi ia ingin pindah ke sana dan telah mengajukan surat pengunduran dirinya," kata Sekjen BAM kepada surat kabar Star seperti dilaporkan Reuters.     

Kendati demikian, Wong akan terus melanjutkan program pelatihannya untuk pebulu tangkis putri harapan Malaysia Wong Mew Choo yang sedang dipersiapkan menghadapi kejuaraan All England bulan depan. "Sungguh merupakan suatu kesempatan besar bagi saya untuk melatih di Indonesia, sekaligus untuk memperluas ilmu saya dalam kepelatihan serta untuk menemukan tantangan-tantangan baru dalam lingkungan yang baru," kata Wong pada koran New Straits Times.

Sumber : Kompas.com Penulis: A. Tjahjo Sasongko | Editor: A. Tjahjo Sasongko
foto : The Star-Wong Tat meng dan Li Mao tangani pemain Indonesia

Jumat, 21 Januari 2011

Riyanto Subagja Terpaksa di Urutan Ke-4

Pebulu tangkis asal PB Djarum Kudus, Riyanto Subagja (17), terpaksa menempati posisi keempat dalam seleksi nasional yang diselenggarakan PB PBSI. Cedera pergelangan kaki membuatnya tidak mampu bertanding.
"Mau enggak mau ya... peringkat keempat," ujar Riyanto yang ditemui di Pelatnas Cipayung setelah meraih posisi kedua dalam Grup A tunggal putra di bawah Febrian Irvannaldy.

Pada pertandingan terakhir untuk menentukan peringkat ketiga, Kamis (20/1/2011) sore, Riyanto seharusnya bertemu runner-up Grup B, Andre Marteen dari PB Mutiara Bandung. Namun, ia mengundurkan diri.
"Saya mundur karena tidak bisa bertanding lagi," kata Riyanto yang sudah merasakan sakit pada pergelangan kakinya sejak seleksi nasional dimulai Senin (17/1/2011).
Riyanto, yang tahun lalu menjadi perempat finalis Kejuaraan Dunia Yunior 2010 itu, antara lain telah meraih gelar juara Kejurnas 2009, Tangkas Alfamart Junior International Challenge 2009, Auckland International 2009, dan beberapa gelar di sirkuit nasional.
Final tunggal putra seleksi nasional dimenangi Wisnu Yuli (PB SBS), yang mengalahkan Febrian Irvannaldy (pelatnas), 21-8, 5-21, 23-21. Adapun juara tunggal putri diraih pemain pelatnas, Bellaetrix Manuputty, yang menang 21-13, 17-21, 21-19 atas Renna Suwarno.
Peringkat ketiga tunggal putri ditempati Hera Desi Ana Rachmawati yang menundukkan Maziyyah Nadhir, 21-14, 21-14.

Setelah melalui seleksi pertandingan, para peserta seleksi nasional akan menjalani tes fisik, psikotes, dan terakhir tes kesehatan. Seleksi nasional kali ini dilakukan untuk menjaring pemain tunggal yang akan dibina di pelatnas, menambah jumlah yang sudah ada, yakni 3 pemain tunggal putra dan 4 tunggal putri.
Pemain tunggal yang sudah ada di pelatnas adalah Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka (tunggal putra) serta Adriyanti Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, Lindaweni Fanetri, dan Aprilia Yuswandari (tunggal putri). Menurut rencana, jumlah tersebut akan digenapi menjadi masing-masing total sepuluh pemain tunggal putra dan putri.

Sumber : Kompas.com

Rabu, 27 Oktober 2010

Fauzi Adnan Menang Mudah


MEDAN - Unggulan pertama dewasa putra Fauzi Adnan melaju ke babak delapan besar setelah meraih kemenangan mudah atas atlet tuan rumah Muslim (Malibu Medan) 21-15, 21-12 pada babak penyisihan hari kedua Djarum Sirnas Regional VI Piala Gubsu di GOR PBSI Jl, Pancing Medan, Rabu (27/10).
Atlet asal PB Jaya Raya Surya Naga yang sarat pengalaman dan prestasi itu tampil percaya diri dengan permainan yang cukup dingin. Pengamatan dan penempatan bola yang cermat membuat Muslim kesulitan mengimbangi permainan pemborong gelar juara pada Djarum Sirnas 2009 itu.
“Lawan saya hari ini sebenarnya lumayan bagus, hanya saja mungkin dia masih kurang dalam hal pengalaman bertanding sehingga saya dapat lebih mudah memberikan tekanan,” ucap Fauzi yang merebut gelar Djarum Sirnas 2010 di Manado.

Diakui Fauzi, targetnya pada Djarum Sirnas Regional VI di Medan adalah tampil sebagai juara dan lawan yang diprediksi bakal menjadi rival tangguh adalah  Tommy Sugiarto yang merupakan unggulan kedua sekaligus atlet Pelatda DKI. “Saya sudah sering bertemu Tommy dan kami kerap saling mengalahkan,” katanya.
Tommy Sugiarto sendiri melaju ke babak perempat final setelah menaklukkan Agus Wandi (PB Teuku Umar) 21-9, 21-13. Unggulan ketiga Senatria (SGS Elektrik) turut melaju setelah menang dari atlet Pelatda DKI Jakarta Andi Wirya 21-16, 22-20.

Sementara itu, atlet non unggulan asal PB Bank Sumsel Babel Achmad Rivai membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan ketiga Andre Marteen (PB Mutiara). Kalah di game pertama 18-21, Rivai berhasil bangkit pada dua game tersisa untuk menang 21-18, 21-17.
Pebulutangkis lainnya di tunggal dewasa putra yang lolos ke babak perempat final adalah Engga Setiawan (PB Djarum), Wisnu Yuli Prasetyo (PB Surya Baja), Yoga Pratama (PB Tangka Alfamart) dan Ari Yuli Wahyu Hartono (PB Djarum).

Sumber : Kompas.com
Foto :

Kamis, 21 Oktober 2010

Liliyana Natsir Miliki Tiga Partner


JAKARTA - Spesialis ganda, Liliyana Natsir masuk dalam peringkat 100 besar BWF untuk nomor ganda campuran dengan tiga pasangan yang berbeda.
Bersama pemain senior, Nova Widianto, Butet tetap berada di peringkat puncak dunia. Pasangan ini  secara resmi telah dipisahkan oleh PBSi dengan Liliyana mendapat gantinya, pemain muda Tontowi ahmad.
Pasangan yang pekan lalu menjuarai  Grand Prix Indoensia Gold di Samarinda ini naik 23 tingkat ke peringkat 51 untuk pekan ini.

Sementara bersama pasangannya yang lain, Devin Lahardi Fitriawan, Liliyana berada di peringkat 63, turun satu tingkat dibanding pekan lalu.

Peringkat ganda campuran:
1. Nova WIDIANTO/Liliyana NATSIR [INA]
2. Hendra Aprida GUNAWAN/Vita MARISSA [INA]
3. Robert MATEUSIAK/Nadiezda ZIEBA [POL]
4. Thomas LAYBOURN/Kamilla RYTTER JUHL [DEN]
5. Tao JIAMING/Zhang Yawen [CHN]
6. Yong Dae LEE/Hyo Jung LEE [KOR]
7. Sudket PRAPAKAMOL/Saralee THOUNGTHONGKAM [THA]
8. Sheng Mu LEE/Yu Chin CHIEN [TPE]
9. Sung Hyun KO/Jung Eun HA [KOR]
10. Nathan ROBERTSON/Jenny WALLWORK [ENG]
11. (+3) Fran Kurniawan TENG/Pia Zebadiah BERNADET [INA]
26. (+11) Muhammad RIJAL/Debby SUSANTO [INA]
48. (+22) Markis KIDO/Lita NURLITA [INA]
51. (+23) Tantowi AHMAD/Liliyana NATSIR [INA]
62. (-1) Flandy LIMPELE/Wen Hsing CHENG [TPE]
63. (-1) Devin Lahardi FITRIAWAN/Liliyana NATSIR [INA]
69. (+17) Delynugraha Muhammad Rizky/Puspita Richi DILI [INA]
72. (-3) OKVANA Viki Indra/Gustiani Sari Megawati [INA]
87. (+1) Tantowi AHMAD/Greysia POLII [INA]
89. (+15) MULYONO Hendra/Ayu Rahmasari [INA]
90. Devin Lahardi FITRIAWAN/Lita NURLITA [INA]
95. (+31) Kusumawardhana Tri/Nadya MELATI [INA]
102. (+16) Fadhilah Rfan/Anggraini Weni [INA]
118. (-2) Hendra SETIAWAN [INA]/Anastasia RUSSKIKH [RUS]
127. Riky WIDIANTO/Jenna GOZALI [INA]

Sumber : Kompas.com - A. Tjahjo Sasongko
Foto : TRIBUN KALTIM

Hayom Masuk 20 Besar Dunia


JAKARTA— Peringkat BWF para pemain tunggal putra, seperti Dionysius Hayom Rumbaka, Alamsyah Yunus, dan Andre Kurniawan Tedjono, melonjak pada pekan ini.
Hayom Rumbaka kini berada di peringkat ke-19 atau naik 5 tingkat dari peringkat pekan lalu. Sementara itu, Alamsyah Yunus juga naik delapan tingkat ke peringkat ke-31. Adapun pemain PB Djarum, Andre Kurniawan Tedjono, bertengger di peringkat ke-33 atau naik 10 tingkat dibanding pekan lalu.
Lonjakan lebih besar dirasakan para pemain tunggal putra yang berada di atas peringkat 10 besar. Aris Trisnanto naik 48 tingkat sehingga kini bertengger di peringkat ke-108. Begitu pun mantan pemain Pelatnas Cipayung, Tommy Sugiarto, putra mantan pemain nasional Icuk Sugiarto ini naik 49 tingkat ke peringkat ke-115.

Selain di atas, peringkat para pemain utama Indonesia tidak bergeser dibanding pekan lalu. Taufik Hidayat tetap berada di peringkat tertinggi, yaitu peringkat kelima. Ia diikuti Simon Santoso yang berada di peringkat ke-7 dan Sony Dwi Kuncoro di peringkat ke-11.

Daftar lengkap pemain Indonesia:
1. Lee Chong Wei [MAS]
2. Peter Hoeg Gade [DEN]
3. Lin Dan  [CHN]
4. Chen Jin  [CHN]
5. Taufik Hidayat [INA]
6. Chen Long  [CHN]
7. Simon Santoso [INA]
8. Bao Chunlai  [CHN]
9. Nguyen Tien Minh [VIE]
10. Boonsak Ponsana [THA]
11. Sony Dwi Kuncoro [INA]
19. (+5) Dionysius Hayom Rumbaka [INA]
31. (+8) Alamsyah Yunus [INA]
33. (+10) Andre Kurniawan Tedjono [INA]
94. (-1) Indra Bagus ADE Chandra [INA]
108. (+48) Ari Trisnanto NTO [INA]
115. (+49) Tommy Sugiarto TO [INA]
135. (+42) Adnan Fauzi [INA]

Sumber : Kompas.com - A. Tjahjo Sasongko
Foto : DJARUM

Selasa, 19 Oktober 2010

Ternyata, Susi Jadi "Guru" Ratu Muda Ini

Ratchanok Inthanon menobatkan dirinya sebagai ratu muda di arena Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2010. Dalam usianya yang belum genap 16 tahun, pemain Thailand ini menjuarai turnamen berhadiah 120.000 dollar AS tersebut setelah di final, Minggu (17/10/10), menang 21-12, 19-21, 21-16 atas unggulan keempat dari Taiwan, Cheng Shao Chieh.

Sebelum menapaki final event yang berlangsung di Stadion Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, tersebut, Ratchanok lebih dulu menyingkirkan beberapa pemain top dari Indonesia. Pemain kelahiran 5 Februari 1995 tersebut mengalahkan unggulan kelima Fransiska Ratnasari di babak pertama, lalu menggulung unggulan ketiga dari Taiwan Tai Tzu Ying di perempat final, dan melibas harapan utama Indonesia, Maria Febe Kusumastuti, di semifinal.

Ini menunjukkan, hasil yang diraihnya bukan sebuah kebetulan atau pun keberuntungan belaka. Bukti lain yang membuat Ratchanok pantas jadi perhatian dunia adalah, sebelum menjadi juara Indonesia Terbuka Grand Prix Gold, dia sudah menunjukkan prestasi memukau di beberapa event.

Ya, Ratchanok, yang bulan Agustus lalu tidak bisa bermain di Youth Olympic Games di Singapura karena masih terlalu muda, meraih gelar Kejuaraan Dunia Junior pada dua tahun terakhir, dan tahun lalu menjadi juara nasional Thailand serta Vietnam International Challenge. Bahkan di Vietnam Challenge tersebut, dia menggilas empat pemain putri Indonesia, yaitu Linda Weni Fanetri di babak kedua, Aprilia Yuswandari (perempat final), Maria Febe (semifinal) dan Maria Elfira Christina di partai puncak.

Deretan prestasi di usia yang masih sangat muda ini membuat Ratchanok semakin matang. Dia juga diprediksi akan menjadi kekuatan baru di arena bulu tangkis tunggal putri, yang bisa menembus dominasi China, sebagai raksasa olahraga tepok bulu ini.

Susi Susanti pun mengakuinya. Legenda hidup bulu tangkis Indonesia, yang pernah menyandang status ratu bulu tangkis dunia tersebut mengatakan, Ratchanok merupakan pemain yang komplit alias sempurna, sehingga dalam waktu beberapa tahun ke depan, pemain Thailand itu sudah menjadi bintang besar.

Apalagi, tambah Susi, asosiasi bulu tangkis Thailand (PBSI-nya Thailand) memberikan dukungan yang luar biasa. Bahkan, untuk mempersiapkan pemain masa depannya tersebut, pada Agustus lalu mereka (Thailand) mau mengundang Susi untuk menjadi "guru".

"Saya sudah kenal Ratchanok karena dua bulan lalu saya diundang ke sana untuk bermain dengannya. Ketua 'PBSI'-nya Thailand yang mengundang, karena menurut mereka, Ratchanok merupakan pemain yang setipe dengan saya," jelas Susi kepada Kompas.com, Senin (18/10/10).

"Dukungan dari 'PBSI' Thailand itu sangat luar biasa, sehingga mereka sudah mempersiapkan Ratchanok dari sekarang. Harapannya, di Olimpiade 2016 nanti Ratchanok sudah sangat matang dan bisa menjadi juara."

Melihat persiapan dan apa yang sudah diraih, Susi mengaku tak terkejut bila Ratchanok menjadi juara di Indonesia Terbuka Grand Prix Gold. Pasalnya, sang pemain sudah memiliki mental yang bagus untuk mengatasi berbagai tekanan.

"Secara teknik, dia sudah bagus. Selain itu, Ratchanok juga lebih tenang menghadapi sebuah pertandingan karena dia sudah sering bermain melawan pemain-pemain dengan ranking di atasnya. Jadi, saya tidak terlalu kaget jika dia menjadi juara," tambah peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini.

Tampil juga di ganda

Ratchanok tak hanya bermain di sektor tunggal. Ternyata, dia juga sering bermain di sektor ganda, meskipun belum pernah meraih gelar juara. Hal tersebut, menurut Susi, menjadi sebuah kelebihan bagi sang pemain.

"Ratchanok juga bermain di ganda. Jadi, saya lihat dia memiliki pukulan dan teknik yang komplit karena bukan hanya untuk tunggal, tetapi juga untuk ganda," jelas Susi.

Berdasarkan data, Ratchanok pernah berpasangan dengan Nichaon Jindapon dan mereka mengalahkan ganda putri Pelatnas Cipayung Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari. Selain itu, Ratchanok juga berpasangan dengan Chanida Julrattanamanee saat mengalahkan pasangan Korea Selatan Park Shin Hye/Yeo Sook Yoon, lalu berpasangan dengan Poodchalat Pisit ketika taklukkan Boutdalath Douangvilay/Phongsathone Vongthavon, dan tampil dalam beberapa pertandingan lain.

Sumber : Kompas.com
Foto : 219.83.122.194

Prestasi Terus Menurun Maria Kristin Dapat Perhatian Khusus


SEMARANG— PB Djarum Kudus, Jawa Tengah, akan memberikan perhatian khusus kepada pebulu tangkis tunggal putri Maria Kristin Yulianti, yang prestasinya terus menurun sejak meraih medali perunggu Olimpiade Beijing, China, pada 2008.

Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin, ketika dihubungi Antara dari Semarang, Senin (18/10/2010), mengatakan, Djarum akan memberikan motivasi kepada yang bersangkutan agar bisa kembali bersaing dengan pebulu tangkis lain.

"Kami akan memberikan motivasi secara khusus kepada Maria Kristin, termasuk penyembuhan cedera lututnya agar bisa bersaing kembali," katanya.

Menurut dia, kegagalan Maria dalam berbagai turnamen internasional yang diikuti karena cedera lutut yang berkepanjangan. Ia mengatakan, saat pebulu tangkis Indonesia tampil di Asian Games XVI Guangzhou, China, pada 12-27 Oktober 2010, akan dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada Maria agar pulih kembali semangatnya.

"Maria tidak ikut Asian Games dan ini kesempatan yang baik untuk memberikan motivasi kepada yang bersangkutan," katanya.

Pada Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2010 di Samarinda, Kaltim, Maria Kristin langsung tersingkir di babak pertama. Dia dikalahkan pebulu tangkis Singapura, Chen Jiayuan, dengan tiga set, 18-21, 21-12, 17-21.

Ketika ditanya hasil yang dicapai pebulu tangkis PB Djarum pada turnamen Indonesia Terbuka tersebut, ia mengatakan cukup bagus, tetapi hasilnya belum maksimal.

Menurutnya, Dionysius Hayom Rumbaka berhasil melangkah ke final setelah akhirnya kalah dari Taufik Hidayat dengan tiga set, 28-26, 17-21, 14-21, kemudian Andre Kurniawan hanya sampai babak semifinal setelah dikalahkan Taufik Hidayat, 21-9, 19-21, 21-15.

Maria Febe Kusumastuti juga hanya sampai pada babak semifinal setelah dikalahkan pebulu tangkis Thailand, Ratchanok Inthanon, 17-21, 21-16, 17-21, dan akhirnya atlet Thailand ini menjadi juara setelah menang atas pebulu tangkis Taiwan, Cheng Shiao Chieh, 21-12, 19-21, 21-16.

Pebulu tangkis PB Djarum lainnya, Bandar Sigit Pamungkas dan Andreas Adityawarman, juga terhenti pada babak pertama setelah kalah dari lawan-lawannya.

Di nomor ganda putra, atlet Djarum, Ryan Sukmawan/Yonathan Suryatama, berhasil melangkah ke final, tetapi gagal setelah kalah dari pasangan Bona Septono/Mohammad Ahsan, 16-21, 17-18, karena Yonathan cedera.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/SAEED KHAN

Susi: Maria Febe Bisa Jadi Harapan


JAKARTA - Tunggal putri Indonesia gagal total di Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2010. Dalam turnamen berhadiah 120.000 dollar AS tersebut, yang sudah berakhir Minggu (17/10/10), tuan rumah tak mampu menempatkan wakilnya di final sektor ini. Hasil di Samarinda, Kalimantan Timur, tersebut pasti sangat memprihatinkan, karena menunjukkan prestasi pemain putri Indonesia masih terpuruk.

Langkah terjauh yang dibikin pemain Indonesia adalah mencapai semifinal. Pemain Pelatnas Cipayung, Maria Febe Kusumastuti, menjadi satu-satunya wakil yang lolos ke babak empat besar. Sayang, unggulan kedua ini dijegal pemain belia Thailand, Rathanok Inthanon, yang akhirnya menjadi juara (di final menang 21-12, 19-21, 21-16 atas unggulan keempat dari Taiwan, Cheng Shao Chieh).

Meskipun demikian, Susi Susanti tetap optimistis tunggal putri Indonesia bisa bangkit. Ratu bulu tangkis dunia era 1990-an ini menaruh harapan besar kepada Maria Febe, untuk mengembalikan nama besar bulu tangkis Indonesia (khususnya tunggal putri).

"Prediksi saya, Maria Febe bisa menjadi pemain masa depan yang bagus. Prestasinya mungkin bisa lebih bagus dari Maria Kristin Yulianti," ujar Susi kepada Kompas.com, Senin (18/10/10).

Ada alasan mengapa Susi mengatakan demikian. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut menjelaskan, selain usia Maria Febe yang masih muda, pemain kelahiran 30 September 1989 itu juga memiliki dua keunggulan yang bisa menjadi modal untuk jadi pemain dunia.

"Saya lihat, potensi yang ada pada Maria Febe adalah footwork (pergerakan kaki) yang bagus. Selain itu, dia juga belum mengalami cedera seperti yang membekap Maria Kristin. Jadi, prediksi saya, Maria Febe bisa meraih hasil yang lebih bagus," tambah Susi, yang sepanjang kariernya menyabet empat gelar All England.

"Sekarang, tinggal bagaimana membina dan mengarahkan dia untuk menuju prestasi yang lebih tinggi," pungkas Susi, yang juga pernah mempersembahkan perunggu pada Olimpiade Atlanta 1996.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/SAEED KHAN

Senin, 11 Oktober 2010

Juara di Brasil, Ana Tembus 100 Besar


SEMARANG - Peringkat dunia pebulu tangkis tunggal putri PB Djarum Kudus, Ana Rovita, melonjak. Prestasi ini tak lepas dari keberhasilannya menjuarai turnamen Brasil International Challange 2010 beberapa waktu lalu.

Ketua PB Djarum Kudus, Yoppy Rosimin ketika dihubungi dari Semarang, Senin (11/10/10), mengatakan, peringkat Ana sebelum tampil di Brasil adalah 128 dan sekarang ini mampu menembus peringkat 100 dunia.

"Saya belum tahu karena belum ada pengumuman resmi dari Badminton World Federation (BWF), tetapi saya kira dia bisa menembus peringkat 100 dunia," katanya menegaskan.

Pada Brasil International Challange yang berlangsung 7-10 Oktober 2010, Ana keluar sebagai juara setelah mengalahkan pebulu tangkis Jerman yang menempati peringkat 42 dunia dengan dua set langsung, 25-23 dan 21-15.

Selain Ana, Djarum Kudus juga meraih juara dari nomor ganda putra setelah pasangan Didit Juang/Seiko WK menang atas pasangan Kanada Andrian Liu/Derrick Ng dengan dua set langsung, 21-16 dan 21-11.

Ana, kelahiran Kabupaten Jepara, Jateng, 30 Maret 1991, adalah semifinalis Djarum Indonesia Open Super Series 2010 di Jakarta, Juli 2010. Waktu itu, Ana yang berjuang dari babak kualifikasi berhasil menyingkirkan seniornya, Maria Kristin Yulianti yang juga peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, pada babak perempat final dengan dua set langsung 21-19 dan 21-14.

Pada babak semifinal, Ana ditumbangkan tunggal putri Jepang, Sayaka Sato, 20-22 dan 17-21.

Pada turnamen di Brasil ini, Djarum Kudus menerjunkan tujuh atlet didampingi pelatih Fung Permadi.

Usai mengikuti turnamen di Brasil ini, Ana dan kawan-kawan meneruskan untuk mengikuti turnamen yang sama di Cyprus, 14-17 Oktober 2010. Ia mengatakan, yang berangkat ke Cyprus juga sama dengan yang diterjunkan di Brasil.

"Saya harapkan kita bisa mengulang sukses di Cyprus, minimal harus bisa membawa pulang dua gelar," katanya.

Sumber : Kompas.com
Foto : DJARUM

Minggu, 10 Oktober 2010

Djarum Sirkuit Nasional - Senatria Pupuskan Ambisi Fauzi Adnan

SURABAYA - Pebulu tangkis SGS PLN Bandung, Senatria, menjegal ambisi andalan tuan rumah Fauzi Adnan untuk mempertahankan gelar juara, pada kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional Regional IV Victor Jatim Open 2010.

Pada laga final di GOR Sudirman Surabaya, Sabtu (9/10/10), Senatria mengalahkan Fauzi, unggulan utama, dengan dua set langsung 21-18, 21-8, sekaligus memastikan gelar juara di tunggal putra.

Kekalahan Fauzi di depan pendukungnya sendiri, akibat cedera yang dialami pada ibu jari kaki kanannya. Kondisi itu membuat permainannya menurun drastis pada set kedua.

"Kuku jempol kaki kanan saya mau lepas dan setiap digunakan untuk bergerak terasa nyeri. Makanya saya tidak bisa bermain maksimal karena harus menahan rasa sakit," kata Fauzi.

Pebulu tangkis PB Jaya Raya Suryanaga Surabaya itu mengatakan, cedera kakinya sudah didapat sejak babak perempat final. Bahkan saat semifinal, Fauzi sebenarnya sudah menahan rasa nyeri saat menghadapi Alrie (PB Guna Dharma).

"Terlepas dari cedera ini, Senatria bermain sangat bagus dan pertahanannya rapat sekali. Saya sampai kesulitan mematikan dia di set pertama," tambah Fauzi.

Sementara itu, Senatria mengatakan sejak awal berusaha tampil menekan dan tidak ingin larut dengan karakter permainan Fauzi yang cenderung bermain reli.

"Saya juga tidak ingin terburu-buru melakukan serangan dan berusaha main sabar. Saya puas bisa merebut juara kali ini," kata Senatria yang di semifinal juga menumbangkan unggulan kedua, Andreas Adityawarman.

Pada pertandingan lainnya, unggulan utama taruna dari PB Surya Baja Surabaya, Wisnu Yuli Prasetyo, akhirnya meraih gelar ketiganya di ajang sirnas tahun ini, setelah mengalahkan rekan satu klubnya Agi Hariawan dengan skor 21-16, 21-10.

Sebelumnya, pebulu tangkis Puslatda Jatim ini juga sukses meraih gelar juara pada Sirnas di Manado, Sulawesi Utara dan Bandung, Jawa Barat.

"Ini modal bagus untuk menghadapi sirnas terakhir di Medan akhir Oktober nanti. Tapi, kemungkinan dia akan turun di kelompok dewasa, sekalian cari pengalaman," kata pelatih PB Surya Baja, Mohammad Nadip.

Sumber : Kompas.com
Foto :kompas.com


Jumat, 08 Oktober 2010

Djarum Sirnas Regional IV Victor Jatim Open 2010 - Maria Elfira Bertemu Renna

SURABAYA - Maria Elfira Christina kembali akan mencicipi partai puncak Djarum Sirnas Regional IV di Surabaya menghadapi pemian pelatnas, Renna Suwarno.
Di laga semifinal, Jumat, Maria berhasil menundukkan kembali atlet Pelatnas, Elizabeth Purwaningtyas. Ini merupakan pertemuan ketiga mereka, dan Maria pun berhasil memperpanjang catatan kemenangannya atas Elizabeth.

Membuka pertandingan dengan 2-0, Maria malah kehilangan tiga angka berturut-turut, hingga balik tertinggal 2-3. Saat skor imbang di angka 4, Maria sepertinya tak bisa lepas dari tekanan atlat yang kerap disapa Ocoy, ia jauh tertinggal 4-9. Dan akhirnya menyerah di game pertama ini dengan 13-21.
Di game kedua, Maria tampak lebih agresif, ia kerap kali mengeluarkan kombinasi lob silang dan dropshot tipis di depan net, hingga membuat lawannya itu kesulitan, ia memimpin 9-2 untuk kemudian menutup game kedua ini dengan 21-9.

Game penentuan pun menjadi pemilik gelar runner up di dua Djarum Sirnas Tegal dan Bali ini. Ia berhasil terus memimpin dengan membuat Elisabeth berlari dari sudut lapang ke sudut lainnya, ia unggul 8-3, untuk kemudian terus memimpin 14-7 dan menang 21-12.

Di final nanti ia akan ditantang oleh atlet Pelatnas, Renna Suwarno. Renna berhasil menyingkirkan rekan satu timnya, Maziyyah Nadhir dengan dua game langsung. Renna yang memang bermain bagus disepanjang Djarum Sirnas ini menang dengan skor 21-12 dan 21-16.

Sumber : Kompas.com
Foto : Kompas.com

Djarum Sirnas Bulutangkis Regional IV Victor Jatim Open 2010 - Rendra/Maria Tantang I Komang/Sylvinna di Final

SURABAYA - Partai ganda campuran dewasa memainkan partai semi final pada Jum’at (8/10) sore di GOR Sudirman, Rendra Wijaya yang berpasangan dengan Maria Elfira Christina berhasil melangkah ke babak final setelah menghentikan langkah Riyo Arief/Andreani Ratnasari.
Game pertama, Rendra/Maria berhasil menguasai jalannya pertandingan. Mereka tanpa kesulitan berhasli memimpin 4-1. Interval mereka raih dengan 11-7, mereka bahkan memimpin jauh 18-11, sampai akhirnya menutup game pertama ini dengan 21-14.

Game kedua berlangsung lebih seru, Rendra/Maria malah sempat seperti kaget terhadap permainan atlet asal PB Hi-Qua Wima dan PB Citra Raya Unesa yang merubah pola permainan. Mereka sempat tertinggal 7-10, tetapi bola smes keras dan bola potongan Maria di depan net membuat mereka berhasil menyamakan kedudukan di angka 10, bahkan unggul 11-10 di jeda.
Setelah itu, pasangan asal PB Djarum tersebut tak lagi terkejar, mereka terus memimpin jalannya pertandingan. Memimpin 19-16, mereka pun hanya memberikan dua poin tambahan terhadap lawannya dan melangkah ke babak final dengan 21-18.

Di final nanti, Rendra/Maria akan ditantang oleh I Komang Sandiwijaya/Sylvinna Kurniawan. Mereka berhasil menundukkan Nur Wahid Ardianto/Heti Nugraheni. Di game pertama I Komang/Sylvinna tak memperlukan waktu banyak untuk meraih kemenangan, mereka berhasil menang 21-15. Sedangkan di game kedua, I Komang terus menekan atlet asal PB Jaya Raya Suryanaga itu, tiga unforced error yang dilakukan Nur Wahid membuat I Komang/Sylvinna memimpin cukup jauh 19-13, sebelum akhirnya menang 21-17.

Sumber : Kompas.com
Foto : Kompas.com

Rendra ke Semifinal Bersama Maria

SURABAYA— Pasangan Rendra Wijaya/Maria Elifra Christina melangkah ke semifinal Djarum Sirnas Regional IV menyingkirkan Ardiansyah/Devi Tika Permatasari.
Rendra/Maria sepertinya akan mudah meraih kemenangan pada game pertama, apalagi mereka berhasil memimpin 11-8 untuk istirahat. Setelah istirahat, mereka terus memimpin jalannya perolehan poin hingga 17-11.
Ardiansyah/Devi seperti mengubah tempo permainan hingga Maria yang terbiasa bermain di tunggal seperti kaget dan salah mengantisipasi bola. Kesalahan demi kesalahan dilakukan bergantian antara Rendra dan Maria yang membuat mereka langsung kehilangan 10 angka berturut-turut dan kalah 17-21 pada game pertama.
Game kedua menjadi milik Rendra/Maria. Mereka terus menekan dan akhirnya menutup game kedua ini dengan 21-11. Permainan seru terjadi pada game pamungkas. Di sini, kejar-mengejar angka lebih ketat. Rendra/Maria sempat tertinggal 8-11 di jeda. Namun, beberapa kali bola tanggung, baik yang dikembalikan Ardi maupun Devi membuat pasangan PB Djarum itu berhasil menyamakan kedudukan di angka 11.
Setelah skor menjadi imbang, mereka terus memimpin hingga 18-14. Namun, dua kali dorongan bola ke belakang yang dilakukan Rendra malah terlalu panjang hingga jatuh di belakang garis sehingga skor kian ketat, 18-16. Setelah imbang di angka 19, Rendra/Maria malah tertinggal 19-20. Menjelang akhir pertandingan ini, adu bola cepat depan net antara Maria dan Devi pun terjadi. Namun, kali ini Maria terlihat lebih sigap mengantisipasi datangnya bola. Mereka pun menang 23-21.
Pada babak semifinal yang akan digelar hari Jumat (8/10/2010), Rendra/Maria akan ditantang oleh Riyo Arief/Andreani Ratnasari. Pasangan asal PB Hi-Qua Wima dan PB Citra Raya Unesa tersebut melangkah ke semifinal setelah menundukkan pasangan Darmiko/Yayu Rahayu dengan skor 21-13, 17-21, dan 23-21.

Sumber : Kompas.com
Foto : Kompas.com

Kamis, 07 Oktober 2010

Akhirnya, Kido dkk Dapat Rekomendasi

JAKARTA, - Ketua Pengurus Provinsi PBSI DKI Jakarta, Icuk Sugiarto, meyakinkan akan memberikan rekomendasi kepada pemain non pelatnas Markis Kido, Vita Marissa, Hendra AG, untuk mengikuti kejuaraan internasional. Hal tersebut diutarakan Icuk selepas mediasi bersama Kido dan Vita di GOR Asia Afrika, Kamis (7/10/2010).

"Saya akan rekomendasikan mereka karena untuk kepentingan atlet tetap harus ada satu solusi," ujar Icuk.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kido, Vita dan Hendra terpaksa batal tampil pada Kejuaraan China Master September 2010 lalu karena tak urung mendapat rekomendasi dari Pengprov PBSI DKI Jakarta pada saat pendaftaran. Hal tersebut berkaitan dengan penerapan pasal 25 AD/ART PBSI, yang mengatur soal pendapatan atlet.
Icuk berpendapat, Kido, Vita dan Hendra sebagai pemain bulu tangkis belum memenuhi kewajiban mereka kepada Pengprov DKI sesuai peraturan tersebut.
Dalam pertemuan yang sama, Wakil Ketua Klub Tangkas Alfamart, Juniarto Suhandinata juga menambahkan saat ini pihaknya tengah menunggu fatwa dari PB PBSI terkait masalah ini.
Pasal 25 AD/ART PB PBSI ini berisikan pengaturan mengenai pendapatan atlet. Peraturan tersebut berlaku bagi atlet pelatnas dan dirumuskan tanpa perhitungan bahwa akan ada atlet non pelatnas dikemudian hari. Sementara Kido, Vita dan Hendra saat ini berstatus pemain non pelatnas.
"Mengingat kita harus mengutamakan kepentingan atlet maka kami mengadakan pertemuan ini. Selain itu kami masih menunggu surat dari PB PBSI dan semoga ada fatwa mengenai hal ini. Yang terpenting jangan sampai ada pemain yang dirugikan," tutur Juniarto.

Sementara Icuk juga menegaskan akan patuh dan tunduk apabila fatwa dari PBSI, walaupun kemungkinan akan ada beberapa poin yang direvisi. "Dari saya sendiri, saya ingin taat dan patuh. Apapun yang jadi keputusan PBSI saya terima," sebutnya.
Dengan hasil mediasi ini, Kido, Hendra dan Vita boleh bernafas lega. Untuk kejuaraan berikutnya yaitu di Denmark dan Perancis Open sebelum Asian Games XVI serta China-Hongkong Open sesudahnya, mereka dipastikan akan mendapat rekomendasi dari Pengprov PBSI DKI Jakarta.
"Sambil menunggu jawaban dari PBSI saya akan tetep merekomendasikan mereka," pungkas Icuk

Sumber : Kompas.com
Foto :

Djarum Sirnas Regional IV Victor Jatim open 2010 - Fauzi Menang Mudah

SURABAYA - Unggulan pertama, Fauzi Adnan membuka langkahnya di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional IV di Surabaya dengan relatif mudah. Bermain melawan pemain non unggulan Ronald A, Fauzi terlihat tidak mendapatkan perlawanan berarti.

Ia memang sempat tertinggal 0-3 di awal game pertama, tetapi kemudian ia memegang jalannya pertandingan, 14 angka berturut-turut ia dapatkan, sampai nettingnya terlalu melebar hingga kedudukan menjadi 14-4. Fauzi pun hanya melakukan tiga kali unforced error untuk memenangkan game pertama ini dengan 21-7. Tak banyak berubah dari game sebelumnya, ia pun akhirnya berhasil memenangkan pertandingan dengan 21-6.  “Lawan saya hari ini terhitung mudah, dan ini pun menjadi pemanasan jelang pertandingan berikutnya,” ungkap Fauzi.

Fauzi yang mendapat bye di babak pertama ini pun mengungkapkan, bahwa pertandingannya hari ini digunakan untuk bisa beradaptasi dengan lapangan. Terlebih dengan shuttlecock yang berbeda dari yang ia gunakan sebelumnya. “Ini termasuk shuttlecock yang cepat, apalagi di lapangan pasti ada angin,” lanjutnya.
Di babak ketiga nanti, peraih gelar juara Djarum Sirnas Manado ini akan menghadapi Gary, atlet kidal yang dimiliki oleh PB Djarum. Gary berhasil lolos ke babak ketiga setelah menundukkan Agus Budhi AP dari PB Buleleng Bali, ia dengan sukses menang dua game langsung 21-13 dan 21-7.
Pertemuan esok akan menjadi pertemuan kedua mereka, di pertemuan pertama Fauzi menang dua game langsung. Gary sendiri mengungkapkan bahwa pertandingan esok tak akan mudah, terlebih ini baru tahun keduanya di kelas dewasa. “Siap main mati-matian,” ungkap Gary menanggapi pertandingannya Kamis (7/10) nanti.
Di pertandingan lainnya, para unggulan pun belum menemui hambatan berarti. Seperti yang dialami unggulan dua, Andreas Adityawarman yang menang mudah atas Adistya Bagus dengan 21-7 dan 21-14. Tak mau kalah, unggulan 5/8 Andre Martin pun mencetak skor telak dengan 21-8 dan 21-6 atas Hafif dari PB Garuda. Talenta muda yang dimiliki PB Djarum, Riyanto Subagja yang menempati unggulan 3/4 menang atas atlet tuan rumah Setyo W dengan 21-14 dan 21-11.

Sementara itu Alrie Gunadarma berhasil menundukkan Hermansah dari Pelatnas dengan skor ketat 21-12, 17-21 dan 21-13. Tetapi Pelatnas masih diwakili oleh Febriyan Irvannaldy yang mengalahkan Irwan dengan 21-14 dan 21-12, serta Siswanto yang menang 21-12 dan 21-12 atas Subhan Hasan. Seto Danu Kusuma pun menyusul setelah bermain rubber game melawan Farhad, ia menang 21-11, 18-21 dan 21-8.

Sumber : Kompas.com
Foto : Fauzi Adnan

Senin, 04 Oktober 2010

Djarum Sirnas Surabaya Dibanjiri Peserta

SURABAYA - Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Victor Regional IV digelar di Surabaya, Senin (4/10) dan diikuti sebanyak 1.354 atlet dari 111 klub yang ada di 16 provinsi.
Pembukaan kejuaraan kali ini seyogianya dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Tetapi kemudian Saifullah menyatakan bahwa dirinya tidak bisa hadir, sehingga akhirnya kejuaraan pun dibuka oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) PBSI yang sekaligus Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Jawa Timur, Yacob Rusdianto.

Dalam sambutannya, Yacob mengungkapkan harapannya agar turnamen ini bisa terlaksana dengan sukses, dan di hari nantinya akan hadir juara-juara baru dari Surabaya khususnya, dan Indonesia pada umumnya. “Dari kejuaraan ini, saya berharap akan muncul atlet-atlet berprestasi dunia dari Surabaya,” papar Yacob.
Surabaya pun mendapat “jatah” tambahan karena membanjirnya peserta kali ini, setelah Manager Meeting jumlah peserta tercatat sebanyak 1.354 atlet, yang berasal dari 111 klub yang tersebar di 16 provinsi.  “Surabaya memang selalu berhasil menarik peserta terbanyak setelah Jakarta dan Tegal, maka kami menyiapkan enam hari untuk pelaksanaannya,” ungkap Ketua Bidang Turnamen dan Perwasitan PBSI, Mimi Irawan.
Angka tersebut didominasi oleh peserta di kelas remaja, sekaligus merupakan angka yang cukup fantastis mengingat di Surabaya ini, hanya empat kelompok umur yang dipertandingkan yaitu pemula, remaja, taruna dan dewasa, tanpa kelompok umur anak-anak dan veteran. “Hal ini dikarenakan mulai 1 Januari 2011 kita akan menerapkan pembagian kelompok umur sesuai dengan standar BWF (Federasi Bulutangkis Internasional – red), yaitu semua umur atau dewasa, kemudian U19, U15 dan U13,” lanjutnya.
Pembagian kelompok umur yang baru ini pun merupakan bagian dari upaya PBSI untuk meningkatkan standar kompetisi, dan juga agar gengsi kejuaraan terus meningkat dari tahun ke tahun. “Tidak ada lagi anak yang baru belajar bulutangkis bermain di level kejuaraan seperti Sirnas, kami menginginkan yang terbaik,” pungkasnya.
Tetapi ramainya peserta kali ini, tidak dihiasi dengan hadirnya peserta asing seperti di tujuh Djarum Sirnas sebelumnya. Kali ini hanya peserta dari Singapura saja yang turut berpartisipasi. Hal ini berkaitan dengan banyaknya turnamen lokal di berbagai negara.
Kejuaraan ini pun bisa dinikmati melalui dunia maya, di mana www.djarumsuper.com menyediakan fasilitas online score, yang secara real time menyiarkan proses perolehan angka dari peserta yang tengah bertanding. Dan sepanjang 4 hingga 9 Oktober mendatang, GOR Sudirman dan GOR Suryanaga akan menggelar sebanyak 1.257 pertandingan. (/*)

Sumber :  Kompas.com
Penulis: A. Tjahjo Sasongko   |   Editor: A. Tjahjo Sasongko
Foto : ilustrasi

Suryanaga Andalkan Fauzi Adnan

SURABAYA - Tuan rumah Jaya Raya Suryanaga Surabaya mengandalkan tenaga Fauzi Adnan untuk merebut gelar juara pada turnamen bulu tangkis Djarum Sirkuit Nasional Regional IV Victor Jatim Open 2010 di Surabaya, 4-9 Oktober 2010.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Jaya Raya Suryanaga Wijanarko Adimulya di Surabaya, Minggu, mengatakan, Fauzi Adnan yang berstatus unggulan teratas ditargetkan mampu mempertahankan gelar juara di nomor tunggal dewasa putra. "Kalau melihat hasil undian, Fauzi Adnan punya peluang besar merebut juara. Namun dia tetap tidak boleh lengah," katanya usai acara pembekalan pemain Jaya Raya Suryanaga oleh motivator Andrie Wongso.
 Berdasarkan hasil undian yang dirilis panitia Sirnas Jatim, Fauzi Adnan yang mendapat "bye" pada babak awal diperkirakan baru akan bertemu lawan berat mulai babak perempat final.
Pesaing kuat Fauzi Adnan untuk merebut gelar datang dari pebulu tangkis Djarum Kudus, seperti Andreas Adityawarman, Rijanto Subagja dan Bandar Sigit. "Saya optimistis Fauzi bisa melewati hadangan lawan-lawannya," tambah Wijanarko kepada Antara.
    
Selain nomor tunggal putra, pebulu tangkis Jaya Raya Suryanaga diharapkan bisa bersaing dan merebut gelar di kelompok pemula serta remaja.
    
Wijanarko menambahkan, pihaknya sengaja mendatangkan Andrie Wongso menjelang pelaksanaan Sirnas Jatim, untuk memberi motivasi kepada seluruh pemain agar mampu meraih hasil maksimal. "Ini pertama kalinya kami mengundang salah satu motivator kondang. Mudah-mudahan mereka lebih termotivasi untuk meraih prestasi, tidak hanya di level nasional, tapi juga dunia," katanya.
    
Di depan sekitar 100 pebulu tangkis Suryanaga, Andrie Wongso menegaskan semua atlet harus memiliki impian tinggi untuk menjadi juara dan berusaha terus-menerus meraih mimpi tersebut.  "Tidak hanya dengan latihan yang keras dan kedisiplinan, tapi juga harus didukung sikap dan mental juara," ujarnya.
Turnamen Djarum Sirnas Jatim 2010 yang memperebutkan total hadiah Rp190 juta diikuti sekitar 1.600 atlet dari 112 klub dan 16 Pengprov PBSI serta satu negara asing dari Singapura.
Wakil Gubernur yang juga Ketua Umum KONI Jatim Saifullah Yusuf dijadwalkan membuka kejuaraan tersebut di GOR Sudirman Surabaya, Senin (4/10)

Sumber :  Kompas.com
Penulis: A. Tjahjo Sasongko   |   Editor: A. Tjahjo Sasongko
Foto : ilustrasi

Jumat, 01 Oktober 2010

Djarum Sirkuit Nasional Regional IV Tuan Rumah Jatim Incar Tiga Gelar

SURABAYA - Tuan rumah Jawa Timur mengincar tiga gelar juara pada turnamen bulu tangkis Djarum Sirkuit Nasional Regional IV Victor Jatim Open 2010 di GOR Sudirman Surabaya, 4-9 Oktober 2010.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengrov PBSI Jatim, Wijanarko Adimulya, di Surabaya, Jumat (1/10/10) mengatakan, tiga gelar itu masing-masing dari nomor tunggal taruna dan dewasa putra, serta ganda dewasa putri.

Untuk tunggal taruna putra, Jatim mengandalkan tenaga pebulu tangkis PB Surya Baja Surabaya, Wisnu Yuli Prasetyo, yang menempati unggulan pertama di turnamen berhadiah sekitar Rp 190 juta ini.

Sementara unggulan utama sekaligus juara bertahan Fauzi Adnan dari PB Jaya Raya Suryanaga Surabaya, menjadi tumpuan di nomor tunggal dewasa putra.

Pada nomor ganda dewasa putri, pasangan Jatim yang kini menghuni Pelatnas, Jenna Gozali/Variella Aprilsasi diharapkan mampu menyumbang gelar juara.

"Tiga nomor itu memiliki peluang besar untuk menggondol gelar juara, karena semua menempati unggulan teratas. Tapi, kami juga berharap ada kejutan di nomor lainnya," papar Wijanarko.

Ia menyebut pebulu tangkis putri Tike Arieda Ningrum yang menjadi finalis pada Sirnas Jatim 2009, bisa memperbaiki prestasi pada kejuaraan tahun ini. Namun, pemain Pelatnas yang menjadi unggulan keempat itu, akan mendapat hadangan dari Maria Elfira Christina (Djarum Kudus), Desy Nidya Amelia (SGS Bandung) dan rekannya Elisabeth Purwaningtyas.

"Persaingan di tunggal putri cukup seimbang dan peluang Tike Arieda untuk menembus final seperti tahun lalu sangat terbuka," ucap Wijanarko menambahkan.

Wakil Ketua Pengprov PBSI Jatim, Ferry Stewart, menambahkan Sirnas ke-8 dari rangkaian sembilan Sirnas selama 2010 ini, menjadi ajang pemanasan sekaligus ujian bagi pebulu tangkis junior Jatim, sebelum berlaga di Kejuaraan Nasional 2010 pada akhir November nanti.

"Setelah ini, seluruh pemain akan mengikuti Sirnas terakhir di Medan yang digelar akhir Oktober dan selanjutnya pada awal November masuk pemusatan latihan untuk persiapan kejurnas," ujar Ferry.

Sumber : Kompas.com
Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo  
Foto : Ilustrasi bulu tangkis.

Rabu, 29 September 2010

Nova: Lanjutkan Supremasi, Tontowi!

JAKARTA - Pemain ganda campuran peringkat satu dunia Nova Widianto berharap penggantinya, Tontowi Ahmad (23), dapat melanjutkan supremasi ganda campuran yang sudah dirintis pendahulunya.

"Sekarang dia yang melanjutkan tongkat estafet, saya harap dia bertanggung jawab melanjutkan supremasi di sektor itu (ganda campuran), harus jadi andalan," kata Nova di Jakarta, Rabu (29/9/10).

Sehari sebelumnya, pelatih ganda campuran Richard Mainaky menyampaikan bahwa posisi Nova--yang berpasangan dengan Liliyana Natsir (25)--untuk Asian Games di Guangzhou, China, pada November mendatang digantikan pemain muda Tontowi.

Sebelumnya, Tontowi dan Liliyana pernah dicoba di dua kejuaraan, Macau dan Taiwan Grand Prix Gold, yang menghasilkan satu gelar juara dan satu runner-up.

Meski mengaku cukup terkejut dengan keputusan penggantian tersebut, Nova yang tahun ini akan genap berusia 33 tahun, mengatakan sudah jauh-jauh hari siap diganti.

"Sejak lama sudah bilang akan mundur, tetapi saya diminta bertahan sampai Asian Games," kata peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana itu.

Setelah batal ke Asian Games, Nova yang sedianya akan berpasangan dengan Shendy Puspa Irawati di Indonesia Terbuka GP Gold bulan depan di Samarinda, mengatakan tidak akan ambil bagian dalam turnamen tersebut.

"Rencananya, berpasangan dengan Shendy di Samarinda adalah pemanasan sebelum ke Asian Games, tetapi karena batal berangkat, sepertinya saya tidak akan main di sana. Saya juga tidak siap (main) karena sudah beberapa hari ini tidak latihan," kata Nova yang berencana akan segera mundur dari tim nasional itu.

"Saya kan diminta main sampai Asian Games, dan saya sanggup, sekarang kalau tidak main Asian Games, ya, saya mau apalagi? Mungkin saya akan bilang pelatih kalau bisa saya mundur saja," kata Nova yang berencana tetap bermain bulu tangkis kendati sudah di luar Pelatnas.

Ditanya kapan kemungkinan mundur dari Pelatnas, Nova mengatakan, "Maunya sih secepatnya, tetapi kan semua perlu proses, harus ada persetujuan dan (penyelesaian) kontrak."

Nova mulai berpasangan dengan Liliyana pada akhir 2004 setelah pasangannya Vita Marissa harus menjalani perawatan cedera bahu usai mengikuti Olimpiade Athena yang berakhir di perempat final.

Setahun kemudian mereka menjadi juara dunia di Anaheim, Amerika Serikat dan sejak 2006 mereka sudah menempati posisi nomor satu dunia hingga sekarang meskipun sempat beberapa kali turun.

Pada 2007 mereka meraih gelar juara dunia untuk keduakalinya, namun setelah menjuarai Perancis Super Series 2009, pasangan tersebut belum pernah meraih gelar lagi. Hasil terbaik pada 2010 adalah runner-up All England dan Singapura Super Series.

Sumber : Kompas.com
Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Foto :