Pages

Minggu, 12 September 2010

Clijsters Pertahankan Gelar Juara


New York - Kim Clijsters menambah koleksi titel Grand Slam-nya menjadi enam. Yang terakhir ia dapatkan di AS Terbuka, turnamen yang sebelumnya pernah ia menangi dua kali termasuk di tahun lalu.

Pada final yang berakhir Minggu (12/9/2010) pagi WIB, petenis Belgia itu mengalahkan unggulan ketujuh asal Rusia, Vera Zvonareva dengan dua set langsung 6-2 6-1.

Ada cukup banyak catatan istimewa dari pencapaiannya hari ini. Salah satunya adalah meraih kemenangan termudah di turnamen ini sejak 34 tahun silam. Ukurannya adalah, dia menyelesaikan pertandingan hanya dalam waktu satu jam, persisnya 59 menit.

Final termudah sebelumnya adalah ketika petenis tuan rumah Chris Evert menundukkan Evonne Goolagong dari Australia di tahun 1976.

Clijsters juga menjadi petenis pertama setelah Venus di tahun 2000 dan 2001 yang menjadi juara di Flushing Meadwos dua kali berturut-turut.

Tahun lalu ia memenangi turnamen ini kurang dari sebulan setelah comeback dari masa pensiun selama dua tahun. Berpartisipasi lewat fasilitas wild card, Clijsters langsung menjadi juara dengan mengalahkan Caroline Wozniacki di final. Kala itu ia menjadi figur pertama sejak Evonne Goolagong Cawley di tahun 1980 sebagai ibu yang pernah memenangi turnamen besar.

Catatan lain, Clijsters menambahkan rekor bertandingnya di AS Terbuka menjadi 21 kali menang berturut-turut. Ini dihitung dari tahun 2005 saat ia pertama kali jadi juara, lalu tahun lalu dan tahun ini. Ia absen di tahun 2006 karena cedera, juga rehat di tahun 2007 dan 2008 karena habis menikah dan kemudian punya bayi.

"Tahun yang luar biasa. Kembali ke Open dan untuk pertama kalinya aku bisa mempertahankan gelarku," ujar sang juara dalam sambutannya seusai menerima trofi.

"Kim bermain mengagumkan hari ini. Dia layak jadi juara," timpal Zvonareva, yang kemudian tak kuasa menahan tangisnya.

"Tambahan sedikit pengalaman akan sangat membantu. Dia sudah meningkat begitu banyak," Clijsters mencoba membesarkan hati Zvonareva. "Kalau Vera terus begitu, dia akan bisa."

Sumber : detikport
foto : tribunnews

Taklukkan Federer, Djokovic ke Final


New York - Novak Djokovic akan jadi lawan Rafael Nadal di final AS Terbuka tahun ini. Hal ini dicapai Djokovic usai mengalahkan unggulan kedua Roger Federer lewat partai lima set.

Dalam laga semifinal yang dihelat di Flushing Meadows, Minggu (12/9/2010) dinihari WIB tadi, Djokovic sempat tertinggal di set pertama dari Federer dengan skor 5-7.

Di set kedua Djokovic bangkit dengan mengungguli rivalnya asal Swiss dengan skor 6-1. Di set ketiga Djokovic kembali kalah dengan skor 5-7.

Djokovic kemudian mengambil dua set terakhir dengan kemenangan 6-2 dan 7-5. Kekalahan bagi Federer ini sekaligus memupuskan harapannya untuk melangkah ke final AS Terbuka ketujuh kalinya secara beruntun.

Sementara bagi Djokovic ini adalah final keduanya di AS Terbuka setelah yang pertama tiga tahun lalu. Saat itu petenis Serbia itu takluk dari Federer.

Rekor buruk menghadang Djokovic saat menantang Nadal di final malam nanti atau Senin dinihari WIB. Djokovic kalah 14 kali dari 21 pertemuannya dengan petenis Spanyol peringkat satu dunia itu.

"Sangat sulit untuk mendeskripsikan perasaan saya saat ini. Sepuluh menit lalu saya tinggal satu poin dari kekalahan di partai ini dan saya bisa kembali ke partai ini," ungkap Djokovic di Yahoosports.


sumber : Mohammad Resha Pratama detiksport
foto : topnews.in

Nadal Sampai di Final


New York - Rafael Nadal mencapai apa yang tak pernah ia capai sebelumnya: masuk final AS Terbuka. Tanpa kesulitan berarti pemain nomor satu dunia itu menundukkan Mikhail Youzhny di babak semifinal.

Dalam laga yang berakhir (Minggu 12/9/2010) dinihari WIB, Nadal menang tiga set langsung atas unggulan ke-12 asal Rusia itu, 6-2 6-3 6-4. Ini berarti ia belum kehilangan set sedari putaran pertama.

Lolos ke final di New York saja sudah merupakan sebuah sejarah buat Nadal. Sejak debutnya di tahun 2003, pencapaian terbaiknya adalah semifinal sebanyak dua kali, di tahun 2008 dan 2009. Kala itu ia dihentikan Andy Murray dan Juan Martin del Potro.

Kini, setelah menembus final di tahun ini, pria kidal itu juga berpeluang mencatat sebuah rekor lain, yakni memenangi tiga Grand Slam secara beruntun. Di tahun ini ia sukses menjuarai Prancis Terbuka dan Wimbledon.

Hanya Roger Federer, Pete Sampras dan Rod Laver yang pernah memenangi tiga Grand Slam secara berturut-turut dalam satu tahun. Nadal juga bisa mengekor sukses Federer, Andre Agassi, Don Budge, Roy Emerson, Laver dan Fred Perry sebagai petenis-petenis yang pernah menjuarai semua turnamen Grand Slam.

Lawan Nadal di final nanti adalah Roger Federer atau Novak Djokovic, yang saat berita ini diturunkan sedang bertanding di set pertama.

sumber : kompas.com-Andi Abdullah Sururi
foto : sport.espn.go.com

Djokovic Gagalkan Final Ideal


NEW YORK Petenis unggulan ketiga, Novak Djokovic menyingkirkan Roger Federer dan akan menghadapi unggulan pertama, Rafael Nadal di final grand slam AS Terbuka.
Djokovic membuyarkan harapan akan adanya final ideal antara Federer dan Nadal dnegan menyingkirkan petensi Swiss tersebut di semifinal. Petenis Serbia ini membalik ketinggalan menjadi kemenangan 5-7 6-1 5-7 6-2 7-5, Sabtu.
Federer mengaku kecewa dengan kekalahan ini. "Semua orang merasakan hal serupa setelah kekalahan. Sebuah perasaan kosong," kata Federer. "Saya sudah mencoba segalanya. Mungkin ia bermain lebih baik. Mungkin saya tidak mengembalikan bola dengan baik," ungkapnya.
Federer mencatat prestasi bagus di Flushing Meadows. Sebelumnya ia memenangi 45 dari 46 pertandingan dan hanya kalah di final tahun lalu. "Untung saya kalah di semifinal, tidak terlalu kecewa dibanding kekalahan di final."
Djokovic akan menghadapi unggulan pertama asal Spanyol, Rafael Nadal di final, Minggu.  Bagi Nadal ini peluang terbesar melengkapi gelar juara turnamen grand slam setelah Australia, Perancis dan Wimbledon. Di semifinal ia menyingkirkan unggulan 12, Mikhail Youzhny 6-2 6-3 6-4.

sumber : kompas.com
foto : safetyprod.com

Firda dan Maria Febe di Jalur Terjal

JAKARTA- Dua pemain tunggal putri Indonesia akan melewati jalan yang sangat terjal di ajang China Masters Super Series. Pada turnamen berhadiah 250.000 dollar AS tersebut, yang bergulir 14-19 September di Changzhou, Adriyanti Firdasari dan Maria Febe Kusumastuti berada di jalur "maut".

Pemain Pelatnas Cipayung tersebut sama-sama tergabung di paruh atas. Jika berhasil mengatasi lawan-lawannya di babak pertama dan kedua, maka Firda dan Maria Febe akan bertarung di babak perempat final.

Namun, skenario ini sangat sulit untuk terwujud. Meskipun peluangnya tetap terbuka, tetapi membutuhkan perjuangan yang pantang menyerah dari dua pemain andalan tersebut, karena lawan-lawan yang dihadapi adalah andalan tuan rumah.

Firda sudah harus bertemu unggulan utama dari China, Wang Yihan, jika dia berhasil mengatasi perlawanan pemain China lainnya, Li Xuerui, di babak pertama. Tak jauh berbeda dengan Firda, Maria Febe pun langsung bertemu unggulan delapan dari China, Wang Lin, yang baru saja meraih gelar juara dunia 2010.

Dari sektor tunggal putra, Indonesia menaruh harapan kepada dua pemain, yaitu Dionysius Hayom Rumbaka dan Taufik Hidayat. Peluang kedua pemain ini pun sangat berat, karena lagi-lagi pemain tuan rumah yang bakal menjadi tembok penghalang laju mereka.




sumber : kompas.com
foto : matanews.com

Kido/Hendra Kecewa Tak Didaftarkan


Ganda putra peringkat dua dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan, mengaku kecewa tidak didaftarkan ke turnamen Super Series China Masters oleh PB PBSI. Buah dari kekecewaan ini, mereka pun berencana tidak akan membela Indonesia dalam Kejuaraan Dunia di Perancis.
Bagi Kido/Hendra, Kejuaraan China Masters merupakan turnamen wajib yang harus mereka ikuti karena termasuk dalam perjanjian dengan pihak sponsor. Adapun untuk kejuaraan dunia, mereka tidak diwajibkan oleh sponsor.
"Kemungkinan besar kalau memang benar saya tidak bisa mendaftar ke China, saya tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia. Buat apa saya mati-matian mengeluarkan biaya ke Perancis. Kalau tidak ikut, dikenai denda. Jadi, mendingan uang untuk ke Kejuaraan Dunia dipakai untuk membayar denda dari sponsor," kata Kido di Jakarta, Rabu (11/8/2010).
Selain pasangan Kido/Hendra, dua pemain lain yang juga tidak terdaftarkan adalah Lita Nurlita (pasangan Kido pada ganda campuran) dan Anastasia Ruskikh (pemain Rusia yang berpasangan dengan Hendra).
Sementara itu, Sekjen PB PBSI, Yacob Rusdianto, saat dikonfirmasi mengenai masalah itu mengatakan, pihaknya tidak mendaftarkan Kido dan kawan-kawan karena tidak ada surat pendaftaran dari pengda tempat pemain bernaung.
"Dulu Kido memang di pelatnas, tetapi sekarang sudah kembali ke pengda, dalam hal ini Pengda DKI. Bagaimana kami mau mendaftarkan dia (ke China Masters) kalau tidak menerima surat permintaan untuk didaftarkan dari pengda-nya," kata Yacob.
Sementara itu, Ketua Pengda PBSI DKI Icuk Sugiarto yang dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa pihaknya tidak memberi rekomendasi pendaftaran bagi atlet DKI tersebut karena belum memberi laporan mengenai kontrak, hadiah, dan lain-lain kepada PB PBSI sesuai AD/ART organisasi.
"Di pasal 25 AD/ART disebutkan bahwa tiap pemain wajib memberi laporan perihal nilai kontrak, uang hadiah, dan sebagainya. Sejauh ini mereka tidak memberi laporan karena itu kami menganggap mereka tidak patuh pada aturan organisasi ini. Saya hanya menjalankan peraturan sesuai dengan AD/ART dan saya sendiri berharap Markis/Hendra tidak menarik diri dari Kejuaraan Dunia karena insiden ini," papar Icuk.
Menurutnya, semua atlet bulu tangkis dianggap amatir karena Indonesia sampai saat ini belum pernah umumkan wadah atlet profesional Indonesia.
Kido sendiri mengaku sudah mengajukan pendaftaran ke pengda melalui klubnya, Jaya Raya. "Saya sudah daftar ke pengda melalui klub. Sejauh ini tidak ada masalah karena itu saya kaget ketika mendengar kabar ini (ditolak surat permohonannya)" kata Kido.
"Kami sudah pernah menjadi juara dunia, dan tampil di sana pun tidak ada dalam ikatan kontrak. Kami hanya kecewa kenapa kami yang membawa nama bangsa harus dipersulit dalam proses perizinan."
Kido menambahkan, "Bukan tidak mungkin kekecewaan ini akan membuat kami berpikir bermain di tempat yang lebih gampang perizinannya, di pengda lain ataupun di luar negeri," pungkasnya.


sumber : kompas.com. Penulis: C6-10   |   Editor: lou
foto : fibizdaily.com


Sabtu, 11 September 2010

SMS Bawa Gelar bagi Bryan/Huber


NEW YORK— Sebuah pesan singkat (SMS) membawa pasangan Amerika Bob Bryan dan Liezel Huber memenangi gelar grand slam kedua pada AS Terbuka, Kamis (9/9/2010). Ini merupakan turnamen kedua dalam karier mereka.

Juara Perancis Terbuka tahun lalu itu berpasangan lagi di Flushing
Meadows untuk mengalahkan Aisam-ul-Haq Qureshi dan Kveta Peschke 6-4, 6-4 untuk meraih gelar ganda campuran. Tetapi, pasangan tersebut baru berpasangan setelah Huber menghubungi mantan pasangannya itu menjelang turnamen.

"Saya mengirimi dia SMS mengatakan bahwa kami perlu ambil bagian dan begitulah," kata Huber setelah memenangi gelar grand slam ganda keenam dalam kariernya.

Pasangan tersebut selalu tersenyum sepanjang pertandingan selama 1 jam 7 menit, yang berlangsung dalam kondisi angin kencang di Arthur Ashe Stadium, yang menurut Bryan adalah kunci keberhasilan mereka.

"Anda harus terus bersukaria dalam segala situasi dan saya kira senyum adalah yang membawa kami melaluinya," kata petenis berusia 32 tahun, yang mencatat total 15 kemenangan grand slam dalam perjalanannya.

Petenis Republik Ceko Peschke dan Qureshi dari Pakistan berpasangan pada turnamen tersebut untuk pertama kali setelah sepakat pada menit terakhir untuk bermain, tetapi pasangan bukan unggulan itu tidak mampu mengatasi serangan pasangan unggulan pertama.

Bryan melengkapi gelarnya itu setelah menjuarai nomor ganda putra. Berpasangan dengan saudara kembarnya, Mike, dia lagi-lagi kalahkan Qureshi, yang berpasangan dengan R Bopanna. Bryan bersaudara menang 7-6, 7-6.

Sumber : Kompas.com
Foto : sport.espn.go.com