Pages

Jumat, 10 Desember 2010

Hong Kong Super Series - Taufik & Markis/Hendra Tak Terbendung

Hong Kong - Taufik Hidayat tak menemui hambatan berarti untuk melangkah ke babak kedua Hong Kong Super Series 2010. Di sektor ganda putra, Markis Kido/Hendra Setiawan juga melewati babak pertama dengan mudah.

Dalam pertandingan di Queen Elizabeth Stadium, Rabu (8/12/2010) malam WIB, Taufik sukses menundukkan pemain China Du Pengyu.

Di set pertama, Taufik langsung tancap gas dan sempat unggul hingga 7-2. Namun Du mampu bangkit mengejar ketertinggalannya dan berbalik unggul 17-15. Tapi Taufik mampu memperbaiki penampilannya dan akhirnya menutup set pertama dengan skor 21-19.

Di set kedua, Taufik tak memberi kesempatan kepada pemain China tersebut untuk berkembang. Ia selalu dalam perolehan angka sebelum mengakhiri set kedua 21-9.

Taufik yang diunggulkan di tempat ketiga selanjutnya akan menghadapi pemain Thailand Tanongsak Saensomboonsuk.

Sementara Markis/Hendra melaju mulus ke babak kedua usai menaklukkan ganda Denmark Rasmus Bonde/Anders Kristiansen dalam tempo 27 menit.

Duel Markis/Hendra versus Bonde/Kristiansen berlangsung cukup ketat di awal babak pertama. Markis/Hendra sempat unggul 6-5 dan 9-8. Namun perlawanan pasangan Denmark mulai mengendor dan Markis/Hendra akhirnya menang 21-13.

Terjadi kejar mengejar perolehan poin di set kedua. Pasangan Indonesia sempat tertinggal 7-10, sebelum kembali unggul 15-12 dan akhirnya menang 21-18.

Markis/Hendra akan menghadapi pasangan Thailand Songphon Anugritayawon/Sudket Prapakamol di babak kedua.

Sumber : Meylan Fredy Ismawan - detiksport
Foto : vibizdaily.com

Taufik Hidayat kalahkan Park Sung Hwan

Taufik Hidayat semakin mengokohkan peluangnya melaju ke final di Hongkong Terbuka setelah menundukkan pemain Korea Selatan Park Sung Hwan 23-21 dan 21-17 di semifinal Jumat (10/12) malam.

Kemenangan ini seperti obat bagi Taufik yang disingkirkan oleh Park dalam babak semifinal Asian Games di Guanzhou, Cina bulan lalu .

Pertandingan set pertama berjalan cukup alot, kedua pemain saling mengejar angka.

Setelah sempat ketinggalan 2-4, Taufik berhasil meraih 5 angka berturut-turut dan unggul 7-4.

Park Sung Hwan berhasil menyusul sampai posisi 9-9 dan kemudian meraih beberapa angka sehingga unggul 12-9, lalu duece dan akhirnya Taufik unggul 23-21.

Taufik, unggulan ketiga di turnamen ini akan menghadapi Chen Long dari Cina dalam babak semifinal tunggal putra Sabtu (11/12) di stadion Queen Elizabeth.

Kalau Taufik bisa mengalahkan Chen Long, unggulan ketujuh, maka bisa jadi final Hongkong Terbuka ini akan menjadi final impian karena dia besar kemungkinan akan bertemu pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei dari Malaysia.

Lee akan berhadapan dengan pemain Vietnam Nguyen Tien Minh dalam pertandingan semifinal di hari yang sama dan menurut perkiraan Lee akan menang mudah melawan Nguyen, pemain unggulan kedelapan dalam turnamen ini.
Sumber : BBCIndonesia.com - detiksport


Senin, 29 November 2010

Masih Proses Penyembuhan Cedera Serena Absen di Australia Terbuka 2011

MELBOURNE - Serena Williams menarik diri dari Australia Terbuka 2011. Menurut panitia grand slam awal tahun tersebut, kesulitan untuk memulihkan kondisinya dari cedera kaki yang membekap sejak Juli, membuat sang juara batal ambil bagian.

"Saya masih meneruskan proses rehabilitasi kakiku setelah operasi kedua bulan lalu. Dengan sangat menyesal, saya menarik diri dari Piala Hopman dan Australia Terbuka 2011," ujar peraih 13 gelar grand slam tersebut, seperti dikutip panitia turnamen, Kamis (25/11/10).

Serena tidak pernah bermain dengan kompetitif lagi sejak mengalahkan Vera Zvonareva untuk memenangkan gelar Wimbledon, pada awal Juli. Dia juga sudah menjalani operasi yang kedua pada kakinya, yang pernah terluka akibat menginjak pecahan gelar di sebuah restoran.

"Seperti yang baru saya pelajari, terlalu memaksakan diri untuk latihan secara intens, bisa membuat cederaku semakin buruk," ujar petenis Amerika Serikat tersebut.

Panitia turnamen menambahkan, Serena secara reguler terus melakukan kontak dengan mereka. Direktur turnamen Craig Tiley berharap, proses penyembuhan cedera tersebut bisa berlangsung lebih cepat.

"Saya tahu bagaimana kekecewaan yang dialami Serena, bahwa dia tidak bisa kembali untuk mempertahankan gelar Australia Terbuka 2011. Kami semau tahu bagaimana dia menikmati bermain di sini, dan seberapa besar cintanya kepada fans di Australia," ujar Tiley.

"Serena adalah seorang juara yang hebat dan kami akan merindukannya pada bulan Januari. Kami hanya bisa mengirim harapan terbaik kepadanya, agar lekas sembuh dan kam imenantikannya untuk segera kembali ke Australia."
Sumber : Kompas.com
foto : AFP

Federer: Terima Kasih Pelatih...

LONDON — Roger Federer berterima kasih kepada pelatih barunya, Paul Annacone. Superstar Swiss ini menilai, mantan pelatih Pete Sampras tersebut telah memberikan banyak bantuan sehingga kepercayaan dirinya meningkat lagi dengan memenangi ATP World Tour Finals.

Ya, Federer menutup tahun 2010 dengan sangat manis karena menjuarai turnamen akhir musim tersebut pada Minggu (28/11/2010). Di partai puncak, dia menundukkan pemain nomor satu dunia yang juga rival abadinya, Rafael Nadal, dengan skor 6-3, 3-6, 6-1.

Padahal, sepanjang tahun ini Federer mengalami krisis kepercayaan diri. Petenis berusia 29 tahun ini gagal mempertahankan dua gelar paling bergengsi, yaitu Perancis Terbuka dan Wimbledon. Robin Soderling yang menyingkirkannya dari Paris sekaligus mengakhiri catatan 23 kali berturut-turut tampil di semifinal sebuah grand slam, kemudian Tomas Berdych mengalahkannya di perempat final Wimbledon.

"Pertama-tama, saya harus mempertahankan rasa percaya diri ini," ujar Federer, yang meraih kemenangan kedua dalam kurun waktu 2,5 tahun atas Nadal, peraih sembilan gelar grand slam.

"Saya mulai bergerak dengan baik, merasa mental dan fisik semakin baik. Saya yakin, Paul sudah membantu saya untuk meraih ini," ujar Federer, yang sudah 16 kali juara grand slam.

"Itulah mengapa saya sangat bahagia dengan timku selama musim ini. Saya harus berterima kasih kepada mereka atas kerja yang hebat ini. Semuanya karena kerja keras mereka dan juga kondisi pelatihku, pelatih fisik, istri, dan anak-anakku serta semua orang," tambahnya.
 
(28/11/10).
Sumber : Kompas.com
Roger Federer (kanan) dan Rafael Nadal. Federer kalahkan Nadal di final ATP World Tour Finals, Minggu, 28-11-10. AFP/GLYN KIRK

Usai Menang, Federer Incar Posisi Satu

LONDON — Roger Federer yakin keberhasilannya mengalahkan Rafael Nadal di ATP World Tour Finlas akan membawanya ke peringkat satu kembali pada 2011.
Federer tampil buruk sepanjang tahun 2010 ini, setelah menjuarai Australia Terbuka di awal tahun. Namun, di final yang berlangsung di O2 Arena London, Federer mampu mengalahkan Nadal, 6-3 3-6 6-1.

Ini merupakan gelar juara kelima buat Federer musim ini. "Saya senang dapat lolos ke final untuk kesembilan kalinya tahun ini. Saya telah memenangi lima gelar juara, termasuk satu grand slam. Saya harap tampil lebih baik lagi pada 2011," kata petenis asal Swiss tersebut.
"Saya senang dapat mengakhiri musim ini dengan baik. Apalagi dengan mengalahkan Rafa di final, mengingat prestasinya yang baik sepanjang tahun ini," kata Federer.

Federer yang telah berusia 29 tahun ini akan mengambil libur pendek sebelum mempersiapkan diri menghadapi musim baru. Ia akan mencoba mempertahankan gelar yang direbutnya di turnamen grand slam Australia Terbuka.

Sumber : Kompas.com
foto : AFP/GLYN KIRK

ATP World Tour Finals - Nadal Bertemu Murray di Semifinal

LONDON - Rafael Nadal memastikan diri maju ke semifinal ATP World Tour Finals dengan sangat meyakinkan. Pada laga pamungkas penyisihan Grup A di O2 Arena, London, Jumat (26/11/10), pemain nomor satu dunia tersebut menang straight set 7-6(3), 6-1 atas pemain Republik Ceko, Tomas Berdych.

Dengan demikian, Nadal lolos sebagai juara grup setelah meraih tiga kemenangan. Di dua laga sebelumnya, Nadal menang 3-6, 7-6(5), 6-4 atas Andy Roddick sebelum menekuk Novak Djokovic dengan straight set 7-5, 6-2.
Di babak empat besar turnamen akhir tahun ini, Sabtu (27/11/10), Nadal akan menghadapi pemain Inggris, Andy Murray, yang menjadi runner-up Grup B. Peluang Nadal untuk menang cukup besar, karena secara head to head, dia unggul 8-4.

Sedangkan bagi Berdych, yang merupakan pemain debutan di turnamen ini, kekalahan tersebut hampir pasti menutup peluangnya menuju babak empat besar. Sebab, pemenang partai kedua nanti antara Djokovic vs Roddick, bakal jadi penentu siapa yang menjadi pendamping Nadal menuju semifinal.

Jika Djokovic menang, maka petenis Serbia inilah yang lolos. Tetapi sebaliknya, jika Roddick menang straight set dengan skor mencolok, maka petenis Amerika Serikat inilah yang berhak menyabet satu tiket tersisa ke semifinal, untuk menghadapi petenis Swiss, Roger Federer, selaku juara Grup B.

Berdych, yang mengawali turnamen ini dengan kekalahan 3-6, 3-6 dari Djokovic, dan bangkit di partai berikutnya dengan mengalahkan Roddick 7-5, 6-3, memberikan perlawanan yang sangat gigih di awal pertandingan, sehingga duel melawan Nadal berlangsung ketat dan seru. Alhasil, kedua pemain tak pernah kehilangan poin saat memegang servis, hingga terjadi tie-break setelah skor imbang 6-6.

Di awal tie-break ini, Nadal langsung melakukan mini-break, yang menjadi titik awal keberhasilannya untuk meraih kemenangan pada set pertama. Petenis Spanyol ini mengakhiri tie-break dengan 7-3.

Pada set kedua, permainan Nadal sangat fantastis sehingga tidak bisa dibendung oleh Berdych. Pada game keempat, Nadal melakukan break untuk memimpin 3-1, dan dia melakukan hal serupa di game keenam, sebelum mengakhiri duel berdurasi 1 jam 54 menit tersebut dengan 6-1. Kemenangan ini pun membuat Nadal memperbesar rekor kemenangannya atas Berdych menjadi 9-3.

Statistik menunjukkan, sepanjang pertandingan Nadal melakukan 4 ace, 1 double fault, 27 winner dan 13 unforced error. Sedangkan Berdych, yang kini menempati peringkat enam dunia, melakukan 3 ace, 6 double fault, 18 winner dan 32 unforced error.

Sumber : Kompas.com
foto : AFP/GLYN KIRK

Sabtu, 27 November 2010

ATP World Tour Finals - Nadal Atasi Murray lewat Duel Maraton

London - Rafael Nadal berhasil melaju ke final ATP World Tour Finals. TIket partai puncak itu direbut Nadal melalui pertarungan maraton menghadapi favorit tuan rumah, Andy Murray.

Bertarung selama tiga jam lebih di O2 Arena, Sabtu (27/11/2010), Nadal menang 7-6 (7-5) di set pertama, kalah 3-6 di set kedua dan menang lagi 7-6 (8-6) di set penentuan.

Di set pertama, pertarungan berlangsung imbang dan kedua petenis sukses memanfaatkan servisnya jadi poin. Namun Nadal bermain lebih baik di tie break dan akhirnya menang 7-6 (7-5).

Permainan Nadal goyah di game ketujuh set kedua; servisnya patah dan ia tertinggal 3-4. Dua game berikutnya, Murray bermain tanpa cela dan menang 6-3 sekaligus memaksakan set ketiga.

Di set penentuan, duel kembali berjalan ketat. Servis Murray dipatahkan Nadal di game ketiga dan Nadal sempat unggul 5-3 serta mencapai match point. Namun Murray tak mau kalah dan bertahan untuk membuat skor jadi 4-5.

Murray lantas mematahkan servis Nadal di game kesepuluh dan malah berbalik unggul 6-5. Nadal menyamakan kedudukan jadi 6-6 dan dengan sebuah pukulan forehand keras di tie break, ia mengunci kemenangan 7-6 (8-6).

Ini akan jadi final perdana Nadal di ajang tutup tahun tenis putra dunia. Di laga puncak, petenis nomor satu dunia itu akan berhadapan dengan Roger Federer atau Novak Djokovic yang belum bertanding.

sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : AFP/Glyn Kirk