Pages

Jumat, 17 Desember 2010

Taufik Haidyat Naik Peringkat Ke-2 Dunia

 Pemain veteran Taufik Hidayat memperlihatkan diri sebagai pemain berprestasi paling konsisten tahun ini dengan naik ke peringkat kedua BWF pekan ini.

Taufik yang telah berusia 30 tahun menggeser pemain Denmark, Peter Hoeg Gade, yang pekan lalu masih menempati peringkat kedua. Sementara peringkat pertama masih ditempati pemain Malaysia, Lee Chong Wei. Pekan lalu Chong Wei menundukkan Taufik di babak final turnamen Hongkong Super Series.

Pemain China ternama, Lin Dan, naik satu tingkat ke peringkat keenam. Begitupun pemain asal Thailand, Boonsak Poinsana, naik satu tingkat ke peringkat ketujuh dibandingkan pekan lalu.

Sementara pemain Indonesia yang lain tidak mengalami peningkatan, bahkan merosot. Pemain muda, Dionysius Hayom Rumbaka, masih bertahan di peringkat ke-19, namun dua seniornya, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, merosot dua tingkat dari pekan lalu ke peringkat ke-25 dan ke-29.

Pemain Indonesia lain juga merosot, yaitu Alamsyah Yunus di peringkat ke-34 dan Andre Kurniawan Tedjono di peringkat ke-38. Sementara pemain DKI, Tommy Sugiarto, tetap di peringkat ke-57.

Peringkat putra BWF pekan ini: 1. [MAS] Lee Chong Wei 2. [INA] Taufik Hidayat 3. [DEN] Peter Hoeg Gade 4. [CHN] Chen Long 5. [CHN] Chen Jin 6. [CHN] Lin Dan 7. [THA] Boonsak Ponsana 8. [CHN] Bao Chunlai 9. [VIE] Nguyen Tien Minh 10. [DEN] Jan O Jorgensen

19. [INA] Dyonisius Hayom Rumbaka 25. [INA] Simon Santoso

29. [INA] Sony DWI Kuncoro

34. [INA] Alamsyah Yunus 38. [INA] Andre Kurniawan Tedjono 57. [INA] Tommy Sugiarto

Sumber : Kompas.com
foto : profiles.friendster.com

Serena Comeback Paling Cepat April

Washington - Serena Williams mengumumkan bahwa dia kemungkinan besar baru bisa kembali bermain paling cepat April tahun depan. Hal ini menimbulkan keraguan soal penampilannya di Prancis Terbuka.

Serena absen cukup lama akibat cedera usai menjuarai Wimbledon Juli silam. Tak lama setelah jadi jawara di sana, Serena mengalami kecelakaan ketika kakinya menginjak pecahan gelas di sebuah restoran. Insiden ini memaksanya untuk naik meja operasi.

Sempat terlihat sudah pulih, cedera itu ternyata kumat lagi akibat latihan berlebih. Akibatnya, Serena kini memutuskan untuk beristirahat sampai tahun ini berakhir guna memulihkan cedera.

Akibat cedera ini, Serena mengundurkan diri dari Grand Slam Australia Terbuka yang digelar Januari mendatang.

Diberitakan Telegraph Kamis (16/12/2010) malam WIB, Serena menyatakan bahwa dirinya baru bisa tampil paling cepat April mendatang. Ini terjadi karena cederanya terlihat semakin serius.

"Saya berharap bisa kembali ke lapangan pada musim semi. Saya melihat pada kaki saya dan yang saya ketahui seharusnya tidak begini. Ada sesuatu yang tidak benar terhadap ibu jari kaki saya dan dari hasil scan serta konsultasi dengan dokter, diputuskan saya tak bisa bermain," ujar petenis kelahiran 26 September 1981 itu.

"Memaksa diri segera kembali ke latihan intensif anya bisa menyebabkan cedera lagi. Padahal saya sangat ingin kembali bermain. Bagi saya sangat penting untuk melanjutkan proses penyembuhan ini dan memastikan kaki saya bisa pulih dengan sempurna."

Jika memang Serena baru bisa comeback paling cepat pada April, maka petenis Amerika Serikat itu diragukan kesiapannya untuk tampil di Grand Slam Prancis Terbuka, yang akan dimulai pada 22 Mei 2011.
 
Narayana Mahendra Prastya - detiksport
foto : Reuters

Nadal & Wozniacki Juara Dunia 2010

New York - Rafael Nadal dan Caroline Wozniacki mendapat kado manis jelang berakhirnya tahun 2010. Keduanya dinobatkan sebagai juara dunia tenis Federasi Tenis Internasional (ITF) tahun 2010.

Federasi Tenis Internasional (ITF) menetapkan Nadal sebagai juara dunia 2010 untuk kategori putra dan Wozniacki untuk kategori putri. Mereka dinilai telah mencatat prestasi hebat sepanjang tahun ini.

"Nadal telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kompetitor terbesar dalam sejarah olahraga, sementara Wozniacki telah menujukkan sebuah determinasi yang kuat dan komitmen yang terus-menerus kepada pertandingan untuk meraih posisi petenis putri nomor satu dunia di usia muda," terang Presiden ITF Francesco Ricci Bitti kepada Bloomberg.

Nadal tahun ini tercatat memenangi tiga gelar grand slam: Prancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka. Kemenangannya di AS Terbuka menjadikannya sebagai petenis termuda di era profesional yang telah memenangi semua gelar Grand Slam.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi saya ditetapkan menjadi juara dunia ITF untuk kedua kalinya," komentar Nadal perihal penghargaan yang diterimanya.

"Setelah tahun yang sulit di 2009, perasaan saya luar biasa setelah bisa jadi nomor satu dunia lagi dan akhirnya memenangkan AS Terbuka. Tujuan saya sepanjang waktu adalah untuk terus berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik setiap tahunnya," sambungnya.

Sementara Wozniacki jadi petenis putri termuda keempat yang menduduki posisi nomor satu dunia setelah Martina Hingis, Monica Seles dan Steffi Graf. Tahun ini ia memenangi enam gelar tur, tapi gagal mencapai final Grand Slam dan memenanginya untuk pertama kali.

"Masuk daftar bersama semua mantan juara dunia ITF adalah sesuatu yang membuat saya benar-benar bangga. Saya punya tahun yang hebat di 2010 dan saya berlatih keras untuk jadi lebih baik di 2011," girang petenis 20 tahun asal Denmark tersebut.
 
Meylan Fredy Ismawan - detiksport
foto : Getty Images

Selasa, 14 Desember 2010

Navratilova Tinggalkan Rumah Sakit

Nairobi - Mantan petenis Martina Navratilova sempat dirawat di rumah sakit akibat gangguan paru-paru saat mendaki Gunung Kilimanjaro. Kini ia sudah diizinkan untuk pulang.

Navratilova memimpin 27 pendaki untuk mengumpulkan dana bagi yayasan Laureus Sport for Good Foundation, yang juga diikuti atlet sepeda paralimpik Jerman Michael Teuber dan bintang bulutangkis Inggris Gail Emms.

Navratilova kemudian menderita sakit di hari keempat pendakian gunung setinggi 5.895 meter dari permukaan laut itu. Selanjutnya wanita 54 tahun itu mendapatkan perawatan di rumah sakit di Nairobi selama tiga hari. Petenis berdarah Cekoslowakia itu divonis menderita high altitude pulmonary oedema.

Gejala awal dari penyakit itu adalah merasa kesulitan berjalan, sesak napas, dan terbatuk-batuk. Penderita juga merasakan kelelahan yang sangat ekstrem dan merasa kondisi tubuhnya lemah.

"Ada cairan dalam paru-parunya yang terkait dengan ketinggian. Kondisi ini sangat berbahaya pada seseorang yang berada di ketinggian, namun sekali dia turun maka proses penyembuhannya cepat," demikian keterangan dokter spesialis penyakit dalam dan jantung David Silverstein seperti dikutip dari situs pribadi Navratilova.

Diberitakan AFP Senin (13/12/2010) dinihari WIB, Navratilova sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit. "Saya merasa lebih baik dan sangat gembira sudah diizinkan pulang. Saya berterimakasih kepada seluruh staf rumah sakit Nairobi yang sangat luar biasa dan sangat peduli kepada saya. Perawatan yang diberikan selama tiga hari saya di sini sangat sempurna," kata pemegang 18 gelar Grand Slam itu.

Bagaimana dengan tim pendaki sendiri? Dari 27 orang, 18 di antaranya berhasil mencapai puncak Kilimanjaro.

"Sungguh luar biasa mengetahui bahwa tim telah kembali dengan selamat. Saya juga gembira mendapat kabar bahwa banyak dari mereka bisa mencapai puncak meski kondisi cuaca tak mendukung," tuntas Navratilova.

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Foto : Getty Images

Hong Kong Super Series - Indonesia Pulang Tanpa Gelar

Hong Kong - Tak satupun gelar mampu dibawa Indonesia dalam keikusertaaannya di Hong Kong Super Series 2010. Setelah harapan terakhir 'Merah Putih' merebut gelar Markis Kido/Hendra Setiawan kandas di partai final ganda putra.

Adalah pasangan ganda Korea Selatan yang diunggulkan di tempat keenam, Sung Hyun Ko/Yeon Seong Yoo, yang mengalahkan ganda terbaik Indonesia itu lewat pertarungan rubber set, 19-21, 21-14 dan 21-23. Laga yang dihelat Minggu (12/12/2010) sore WIB itu berlangsung selama 52 menit.

Di set pertama Markis/Hendra yang sempat tertinggal di awal-awal mampu memperkecil kedudukan jadi 6-7. Kemudian Sung/Yeon menjauh jadi 12-6 dan ketika kedudukan 15-10 untuk pasangan Korsel itu, Markis/Hendra ngebut dan menyamakan kedudukan jadi 15-15.

Lalu kemudian Sung/Yeon meninggalkan dengan mencetak lima angka beruntun unggul 20-15. Lagi-lagi Markis/Hendra mampu memperkecil kedudukan jadi 19-20 namun tetap tak mampu menghadang Sung/Yeon untuk menang 21-19 di set pertama.

Masuk di set kedua, laga berjalan kian seru dan terjadi kejar-kejaran angka di antara keduanya. Sempat menyentuh angka sama kuat di 11-11, Markis/Hendra tancap gas dan memaksa Sung/Yeon untuk membuat angka hanya 14 sementara pasangan Indonesia melaju sampai 21. Set kedua jadi milik Markis/Hendra.

Di set ketiga lagi-lagi Markis/Hendra memberi perlawanan ketat pada ganda Korsel itu. Kejar-mengejar angka masih berlangsung di set ini dan sempat sama kuat di 16-16.

Namun Markis/Hendra tak berkutik lagi saat kedudukan 21-21, dua kali angka Sung/Yeon yang akhirnya menutup laga ini dengan kemenangan 23-21.

Sebelumnya Indonesia sudah gagal merebut gelar juara di super series ini, setelah Taufik Hidayat takluk dari Lee Chong Wei di final tunggal putra beberapa jam sebelumnya.
 
Sumber : Mohammad Resha Pratama - detiksport
Foto : AFP/Ed Jones

Hong Kong Super Series - Ditaklukkan Chong Wei, Taufik Gagal Juara

Hong Kong - Harapan Indonesia meraih gelar di nomor tunggal putra Hong Kong Super Series 2010 musnah, setelah Taufik Hidayat takluk di partai final dari musuh bebuyutannya Lee Chong Wei.

Dalam laga yang dihelat, Minggu (12/12/2010) siang WIB, Taufik yang diunggulkan di tempat ketiga menyerah dua set langsung, 19-21 dan 9-21 dari Chong Wei yang merupakan unggulan teratas. Laga puncak ini berlangsung cuma 31 menit.

Di set pertama laga berjalana seru di mana Taufik sempat unggul 10-8 sebelum Chong Wei menyamakan 10-10. Lalu Taufik dan Chong Wei saling kejar-mengejar angka dan Taufik kembali unggul 19-17.

Sayang Taufik kehilangan konsentrasi di sini dan Chong Wei mampu menambah empat angka untuk menutup set ini dengan 21-19.

Masuk di set kedua Chong Wei makin tak terhadang oleh Taufik. Memimpin sejak awal, Chong Wei bahkan sempat unggul hingga 10-4 dan 20-6.

Taufik hanya diberi kesempatan menambah tiga angka sebelum pukulan terakhir Taufik melambung jauh dan out untuk memberi kemenangan 21-9 untuk Chong Wei.

Indonesia masih berpeluang membawa satu gelar dari nomor ganda putra, di mana Markis Kido/Hendra Setiawan akan meladeni unggulan keenam asal Korea Selatan Sung Hyun Ko/Yeon Seong Yoo, beberapa jam lagi.

Sumber : Mohammad Resha Pratama - detiksport
Foto : AFP/Ed Jones

Hong Kong Super Series - Taufik dan Kido/Hendra Tembus Final

Hong Kong - Dua wakil Indonesia yang masih tersisa di Hong Kong Super Series 2010, Taufik Hidayat dan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan, masih bertahan dan lolos ke babak final.

Taufik yang diunggulkan di tempat ketiga, pada pertandingan semifinal hari ini, Sabtu (11/12/2010), berhasil mengalahkan pemain China unggulan ketujuh, Chen Long. Dalam laga berdurasi satu jam 10 menit, ia menang tiga set 15-21, 21-11, 21-19.

Di final Taufik akan bertemu pebulutangkis nomor satu dunia dari Malaysia, Lee Chong Wei, yang tidak terlalu kesulitan menundukkan Nguyen Tien Minh (Vietnam) di semifinal lainnya, dengan straight set 21-14, 21-17.

Sementara itu pasangan Kido/Hendra, yang ditempatkan sebagai unggulan kedua, sukses menghentikan ganda putra Korea unggulan ketiga, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, dengan dua set langsung, 21-19, 23-21.

Di final besok, ganda putra perebut medali emas di Asian Games lalu itu akan berjumpa pemenang pertandingan Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong melawan Howard Bach/Tony Gunawan, yang baru bertarung malam ini.

Sumber : Andi Abdullah Sururi - detiksport
Foto : (AFP/Liu Jin)