Pages

Minggu, 13 Maret 2011

Cuma Tinggal Separuh Indonesia di Ganda Campuran

Birmingham - Harapan Indonesia untuk berjaya di nomor ganda campuran All England sudah pupus. Praktis tinggal ada satu 'wakil' Indonesia di sana, yakni duet gado-gado Hendra Setiawan/Anastasia Russkikh.

Hendra yang berasal dari Indonesia dan Russkikh yang berasal dari Rusia berhasil melaju ke perempatfinal usai menundukkan Hung Ling Chen/Wen Hsing Cheng (China Taipei) di National Indoor Arena, Kamis (10/3/2011).

Sejak awal set pertama, Hendra/Russkikh selalu unggul atas lawan, namun skor sempat sama di posisi 15-15. Hendra/Russkikh kemudian bangkit dan merebut poin 6-0 untuk mengunci set pertama 21-15.

Di set kedua, pertandingan berjalan sedikit lebih mudah buat Hendra/Russkikh. Mereka berhasil menang 21-13, di antaranya berkat kesuksesan mendaratkan 10 smes berbanding lima yang dilepaskan lawan.

Melajunya Hendra/Russkikh ke perempatfinal sedikit mengobati kekecewaan para pemain Indonesia di nomor ini karena wakil terakhir 'Merah Putih', Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir, dibekap Michael Fuchs/Birgit Michels.

Tantowi/Lilyana yang ditempatkan sebagai unggulan ketujuh menyerah 21-14, 19-21, 14-21 dari ganda campuran Jerman yang tidak diunggulkan tersebut.
 
Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : Getty Images

Sabtu, 12 Maret 2011

Taufik Ditumbangkan Non-unggulan

Birmingham - Taufik Hidayat tersingkir di babak pertama turnamen All England. Yang lebih menyesakkan, Taufik dipecundangi oleh pemain non-unggulan asal Jepang, Kazushi Yamada.

Taufik menjadi wakil terakhir Indonesia yang bertanding di National Indoor Arena, Kamis (10/3/2011) dinihari WIB. Namun unggulan kedua itu gagal melangkah lebih jauh karena ditekuk Yamada 10-21, 14-21.

Di set pertama, Taufik selalu tertinggal sejak posisi 2-2. Yamada yang mendaratkan 11 smes, berbanding lima smes yang dilancarkan Taufik, merebut set pembuka ini dengan 21-10.

Permainan Taufik tidak membaik di set kedua. Yamada melejit unggul 11-6 dan tak terkejar hingga akhirnya menyudahi pertandingan dengan skor 21-14 dalam waktu total 31 menit saja.

Untungnya, hal serupa tidak menimpa ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan. Unggulan keempat itu melaju ke babak kedua usai menyingkirkan Peng Soon Chan/Khim Wah Lim 21-10, 25-23.

Di babak kedua, Markis/Hendra bakal bertemu ganda Jepang Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata yang sebelumnya melewati hadangan Songphon Anugritayawon/Sudket Prapakamol (Thailand).
 
Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : Reuters

Hayom Lolos, Tiga Ganda Tumbang

Birmingham - Dionysius Hayom Rumbaka berhasil melangkah ke babak kedua All England. Langkah Hayom tak diikuti oleh tiga ganda Indonesia yang langsung tumbang di babak pertama.

Dalam pertandingan di National Indoor Arena, Birmingham, Rabu (9/3/2011), Hayom mampu menghentikan perlawanan pebulutangkis India, Ajay Jayaram. Hayom menang dua set langsung dengan skor 21-17 dan 21-19.

Di babak kedua, Hayom akan menghadapi ujian berat. Pasalnya, dia bertemu dengan unggulan ketiga asal China, Lin Dan. Lin melaju ke babak kedua setelah menyingkirkan pemain Malaysia, Wong Choong Hann.

Sementara itu, tiga ganda Indonesia langsung tersingkir di babak pertama. Mereka adalah Nova Widianto/Vita Marissa dan Muhammad Rijal/Debi Susanto yang tampil di nomor ganda campuran serta Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan di nomor ganda putra.

Nova/Vita dikalahkan unggulan keempat asal Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba, dengan skor 14-21 dan 19-21. Rijal/Debi takluk di tangan Nathan Robertson/Jenny Wallwork (Inggris) dengan skor 16-21 dan 19-21. Sementara Alvent/Hendra menyerah dari Adam Cwalina/Michal Logosz (Polandia) dengan skor 16-21 dan 17-21.

Dalam pertandingan lainnya, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bernasib lebih baik. Unggulan ketujuh ini lolos ke babak kedua setelah mengalahkan Peng Soon Chan/Liu Ying Goh (Malaysia) 21-12, 7-21, dan 21-19. Di babak kedua, mereka akan ditantang Michael Fuchs/Birgit Michels (Jerman).

Sumber : Meylan Fredy Ismawan - detiksport
foto : Tontowi/Liliyana (Getty Images)

Dua Ganda Putra ke Perempatfinal, Hayom Kandas

Birmingham - Dua ganda putra Indonesia berhasil meneruskan kiprahnya di All England dengan menjejak babak perempatfinal. Kesuksesan yang sama tidak diikuti Dionysius Hayom Rumbaka yang tumbang di tangan Lin Dan.

Pasangan pertama adalah Mohammad Ahsan/Bona Septano. Memainkan pertandingan babak II menghadapi Rupesh Kumar/Sanave Thomas, Ahsan/Bona memenangkan pertandingan straight set 21-16, 21-16.

Satu ganda putra 'Merah Putih' lainnya adalah Markis Kido/Hendra Setiawan. Pasangan yang menempati unggulan keempat ini menyingkirkan Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata juga dalam dua set langsung 21-14, 21-13.

Di babak selanjutnya, Ahsan/Bona akan berhadapan dengan pasangan China Chai Biao/Guo Zhendong. Sementara Markis/Hendra ditantang unggulan lima dari Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

Nasib berbeda diterima oleh Hayom. Ia harus mengakui keunggulan Lin Dan yang menempati unggulan ketiga usai kalah dua set langsung 11-21, 17-21.

Kegagalan Hayom ini sekaligus menandai habisnya wakil 'Merah Putih' di nomor tunggal putra. Tiga pemain lainnya, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat sudah tersingkir di babak pertama.

Sumber : Okdwitya Karina Sari - detiksport

Jumat, 11 Maret 2011

Baru Ahsan/Bona yang Melaju

Birmingham - Sejumlah wakil Indonesia yang turun di All England bertumbangan. Praktis, baru ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano yang sukses melangkah ke babak kedua.

Ahsan/Bona menghadapi ganda Malaysia Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari/Soon Hock Ong di National Indoor Arena, Birmingham, Rabu (9/3/2011). Bertarung selama tiga set, Ahsan/Bona unggul 21-10 19-21 21-14.

Di babak kedua, Ahsan/Bona yang merupakan unggulan kedelapan bakal menghadapi pemenang pertandingan antara Rupesh Kumar/Sanave Thomas (India) menghadapi Teik Chai Gan/Bin Shen Tan (Malaysia).

Selain dua tunggal putra, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, yang sudah tumbang, ada dua wakil Indonesia lainnya yang juga gugur. Mereka adalah ganda putri Meiliana Jauhari/Greysia Polii dan ganda campuran Fran Kurniawan/Pia Zebadiah.

Meiliana/Greysia yang ditempatkan sebagai unggulan ketujuh secara mengejutkan ditumbangkan ganda Denmark yang bukan unggulan, Line Damkjaer Kruse/Marie Roepke, dengan 20-22, 16-21.

Sedangkan Fran/Pia gagal melaju ke babak kedua karena harus bertekuk lutut di hadapan ganda China, He Hanbin/Yu Yang, dengan skor 11-21, 15-21.

Sementara, pasangan gado-gado Indonesia-Rusia, Hendra Setiawan/Anastasia Russkikh, berhasil melaju ke babak kedua setelah menundukkan Valeriy Atrashchenkov/Elena Prus, 21-10, 21-10.

Hingga saat ini, masih ada sejumlah wakil Indonesia yang tengah menjalani pertandingan babak pertama di turnamen paling paling terkenal itu.

Sumber : Arya Perdhana - detiksport

Simon & Sony Langsung Tersingkir

Birmingham - Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro sudah harus mengepak koper saat All England baru memasuki babak pertama. Keduanya tersingkir setelah kalah dari lawan-lawannya.

Bertanding di National Indoor Arena, Birmingham, Rabu (9/3/2011), Simon dikalahkan unggulan kedelapan asal Thailand, Boonsak Ponsana. Simon menyerah dua set langsung dengan skor 19-21 dan 15-21 dalam tempo 43 menit.

Di babak kedua, Ponsana akan meladeni pebulutangkis yang merangkak dari kualifikasi, Lee Hyun Il. Pemain Korea Selatan itu menumbangkan Joachim Persson dengan 21-13, 21-13.

Sementara itu, Sony tak berdaya saat menghadapi pemain China, Bao Chunlai. Pebulutangkis 26 tahun itu pun takluk dalam duel dua set berdurasi 29 menit dengan skor 10-21 dan 6-21.

Bao berpeluang bertemu unggulan teratas Lee Chong Wei di babak berikutnya. Chong Wei akan meladeni Brice Leverdez (Prancis) di babak pertama.

sumber : Meylan Fredy Ismawan - detiksport
foto : Getty Images

Lin Dan Anggap All England Bukan Turnamen Penting

Birmingham: Pemain bulutangkis asal Cina Lin Dan mengeluarkan komentar yang merendahkan turnamen All England. "Bagi kebanyakan orang, mungkin turnamen ini terasa penting. Tetapi bagi saya All-England bukan merupakan turnamen penting," kata Lin Dan, seperti dikutip dari AFP. Komentar ini dilontarkan Lin Dan usai mengalahkan Wong Choon Hann mantan juara negara Persemakmuran Malaysia 21-14, 21-17, belum lama ini.

Ia kemudian mengeluarkan komentar khusus tentang turnamen yang tahun ini menjadi satu dari lima kejuaraan Seri Primer (Premier Series), kategori terbaru dan paling bergengsi dalam tur dunia BWF. "Lampu penerangan buruk dan kali ini tidak ada alat pencatan angka (scoreboard)," kata juara Olimpiade itu, seperti dilaporkan penerjemah Cina. "Saya kira All-England harus lebih baik karena sekarang sudah menjadi event Premier," imbuhnya.

Komentar Lin itu tidak semuanya benar. Sebetulnya ada pencatat angka ukuran kecil di setiap lapangan tetapi dihadapkan ke arah penonton. Selain itu ada juga pencatat angka besar di ujung arena.

Komentar Lin Dan itu, disayangkan Ketua Eksekutif Bulutangkis Inggris, penyelenggara turnamen itu, Adrian Christy. "Amat mengecewakan, karena seorang yang sudah memenangi All-England empat kali dan secara konsisten mendukung turnamen tersebut, kini menyatakan turnamen ini tidak berarti banyak baginya," ujarnya.

Menurut Christy, jika melihat lapangan yang bekelas dunia serta para pemain yang hadir di sini, ini menunjukkan status All-England yang sebenarnya. Kenyataan lain, para pemain terbaik dunia datang ke Birmingham untuk bertanding, penonton terus bertambah, dan jaringan televisi dunia meliput.

"Dalam dunia bulu tangkis, di luar Olimpiade dan kejuaraan dunia, maka ini merupakan turnamen yang banyak disaksikan orang dan yang harus dimenangi para atlet," tambahnya

Sumber : Liputan6.com,.(IAN/Ant)
foto : koranbogor.com